nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JK: Pemerintah Indonesia Sedih dengan Penembakan Masjid di Selandia Baru

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 15:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 15 18 2030440 jk-pemerintah-indonesia-sedih-dengan-penembakan-masjid-di-selandia-baru-KUThTYnF7L.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Okezone/Fahreza Rizky

JAKARTA - Pemerintah Indonesia merasa ikut sedih dengan penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengutuk serangan yang dilakukan oleh empat orang hingga menewaskan 40 orang dan 20 lainnya terluka.

“Ini suatu upaya yang sangat terorganisir, sangat di rencanakan dengan baik. Apalagi dia membawa kamera sendiri, live streaming,” kata JK merujuk penembakan di Selandia Baru kepada wartawan, Jumat (15/3/2019).

JK bercerita bahwa Selandia Baru merupakan negara yang aman. Ia pernah dua kali melaksanakan salat di masjid yang ada di Selandia Baru.

“Pemerintah dan masyaratnya tidak ada unsur-unsur diskriminatif di sana. Dan masjid ada di mana-mana, sekali lagi saya ingin menyatakan kesedihan dan bela sungkawa atas meninggalnya atas 40 orang,” tutur dia.

Foto/Reuters

Lebih jauh ia mengungkapkan bahwa pada Januari 2019 saat ke Selandia Baru, paswapamapres tidak dizinkan membawa senjata.

“Mereka tidak mengizinkan orang luar membawa senjata,” kata JK.

BacaTerdengar Lebih dari 20 Tembakan di Masjid Christchurch Selandia Baru saat Salat Jumat

Baca40 Orang Tewas dan 20 Terluka Dalam Penembakan Masjid di Selandia Baru

Saat ini, kata JK pemerintah terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Selandia baru.

Menteri Luar Nengeri Retno sebelumnya mengungkapkan ada enam warga negara Indonesia yang berada di dalam masjid saat terjadi serangan, namun tiga orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan kabar tiga lainnya belum diketahui.

“Saya meninstruksikan pak dubes (Dubus RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya) untuk memantau terus dan berusaha menemukan, mengetahui kemana yang enam orang tadi, karena 3 sudah diketahui dan sisa 3 (belum),” kata JK.

Ia pun mengimbau kepada WNI di Selandia Baru untuk terus berhati-hati meski negara itu sebelumnya selalu aman dari kejahatan.

Data Kemenlu, ada 330 WNI yang bermukim di kota Christchurch, Selandia Baru, dan 130 di antaranya adalah mahasiswa.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini