nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua DPR Kutuk Keras Aksi Terorisme di Masjid Selandia Baru

Rachmat Fazhry, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 20:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 15 18 2030641 ketua-dpr-kutuk-keras-aksi-terorisme-di-masjid-selandia-baru-SaKssKUpzn.jpg Ketua DPR Bambang Soesatyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengutuk keras aksi terorisme pada dua masjid di Selandia Baru. Serangan teror berupa penembakan yang dilakukan secara membabi buta itu menewaskan puluhan orang.

"Saya mengutuk keras tindakan biadab penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat waktu setempat. Dari informasi sementara, sekitar 40 orang menjadi korban penembakan. Dua di antaranya merupakan warga negara Indonesia yang sedang beribadah di Masjid Al Noor," ujar Bamsoet, Jumat (15/3/2019).

(Baca Juga: Dua WNI Alami Luka Tembak Dalam Teror Penembakan Dua Masjid di Selandia Baru)

pelaku penembakan

Bamsoet mengaku telah menghubungi Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, H.E Tantowi Yahya, agar memprioritaskan penanganan warga Indonesia yang menjadi korban. Sambil memastikan keselamatan warga Indonesia lainnya yang sedang berada di Selandia Baru, khususnya 331 warga Indonesia di Kota Christchurch, yang 134 di antaranya merupakan mahasiswa.

"Tindakan teror semacam ini, atas nama apapun dan atas alasan apapun, tidak bisa dibenarkan. Rakyat Indonesia dan juga warga dunia lainnya mendukung rakyat Selandia Baru dalam menghadapi serangan teror tersebut," tuturnya.

Kejadian Ini, tegas Bamsoet, menjadi early warning bagi dunia untuk segera kembali merapatkan barisan. Tak hanya dalam memerangi, kerjasama yang paling penting adalah dalam mencegah.

"Sehingga kita bisa berantas terorisme sampai ke akarnya," tuturnya.

(Baca Juga: PM Selandia Baru Sebut Penembakan di Masjid Serangan Teroris)

Masjid yang menjadi lokasi serangan terorisme

Menurut Bamsoet, sebagai negara yang pernah merasakan serangan teroris dan bisa keluar dari jerat terorisme, Indonesia siap bekerjasama dengan negara lainnya. Pendekatan soft aproach sebagai ciri khas Indonesia dalam menangani para teroris, program deredikalisasi teroris, sampai Undang-Undang Tindak Pidana Penanggulangan Terorisme sebagai payung hukum, semuanya bisa menjadi bahan sharing bagi Indonesia dalam berbagi pengalaman dengan negara lainnya dalam mencegah dan memberantas terorisme.

"Sebagaimana amanah dalam pembukaan UUD 1945, bahwa Indonesia turut serta dalam menciptakan perdamaian dunia. Mari kita wujudkan dunia tanpa rasa takut, sehingga anak cucu dan generasi mendatang bisa menikmati indahnya dunia," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini