nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Satgas Antimafia Bola Kembali Panggil Joko Driyono

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 15:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 15 337 2030456 satgas-antimafia-bola-kembali-panggil-joko-driyono-1FjLofVUTV.jpg Joko Driyono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Satgas Antimafia Bola kembali melayangkan surat pemeriksaan terhadap Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) sebagai tersangka dalam kasus pengilangan barang bukti perkara skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, dalam surat tersebut, Joko akan diperiksa pada Senin 18 Maret 2019.

"Untuk Satgas Antimafia Bola, hari ini satgas akan melayangkan surat panggilan kembali kepada saudara Jokdri, yang rencana akan dipanggil pada Senin besok," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2019).

(Baca Juga: Satgas Antimafia Bola Awasi Gelaran Piala Presiden)

Dedi menjelaskan, pihaknya akan menggali keterangan tambahan terkait dengan perkara yang menjerat Joko Driyono. Mengingat, pada pemeriksaan sebelumnya masih banyak yang harus digali dari keterangannya. 

"Oleh karenanya, dipanggil ulang kembali hari Senin, nanti yang bersangkutan akan dimintai keterangan kembali dalam rangka kelengkapan berkas perkara," tutur Dedi.

Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga kuat sebagai aktor intelektual pengrusakan terhadap barang bukti skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia.

Joko Driyono

Saat ini, Jokdri sudah dicegah bepergian ke luar negeri. Selain itu, Senin depan rencananya Jokdri akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

(Baca Juga: Usai 14 Jam Diperiksa Polisi, Joko Driyono Mengaku Siap Dipanggil Kapan pun)

Polisi mendapatkan informasi tersebut berdasarkan tiga orang tersangka yang sudah ditangkap terkait dengan kasus pengrusakan barang bukti itu. Ketiga orang yang terlebih dahulu ditangkap adalah, M Mardani Mogot alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur.

Mereka masuk ke Kantor Komdis PSSI yang telah dipasangi garis polisi untuk mengambil barang bukti berupa rekaman CCTV, laptop, ponsel, dan beberapa dokumen.

Padahal, area yang disegel dengan garis polisi tidak boleh diakses karena dalam proses penegakan hukum. Ketiga tersangka yang ditangkap adalah berprofesi sebagai office boy di Kantor PSSI, sopir dan Stafnya Joko Driyono.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini