nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Kartu Indonesia Pintar Khusus Kuliah, Biaya SPP Gratis

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 15:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 15 65 2030450 ada-kartu-indonesia-pintar-khusus-kuliah-biaya-spp-gratis-4DcJsXLpbT.jpg Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah segera meluncurkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) khusus kuliah. Kartu ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat yang kurang mampu agar bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang Perguruan Tinggi.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan, lewat KIP ini nantinya masyarakat yang menerima kartu akan dibebaskan dari biaya SPP bulanan. Jangan sampai masyarakat yang menerima kartu ini tetap membayar alias menombok karena terlalu mahalnya biaya SPP kampus tersebut.

"Nah saya sudah memohon, pertama SPP gratis itu yang saya harapkan untuk KIP (kuliah), SPP harus gratis berapapun besarnya akan ditanggung (pihak kampus)," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Baca Juga: Jokowi Serahkan Kartu Indonesia Pintar untuk Ribuan Siswa di Toba Samosir

Jika kelebihan, maka perguruan tinggi itulah yang akan menanggung biaya dari mahasiswa yang menerima kartu tersebut. Sehingga mahasiswa bisa fokus untuk belajar tanpa memikirkan biaya.

"Dan bagi penerima KIP, perguruan tinggi harus menerima terhadap hal ini tanpa dipungut (biaya) kembali," ucapnya.

Selain pembebasan uang SPP, pemerintah berencana untuk memberikan uang buku kepada penerima kartu. Untuk tambahan uang buku, pihaknya harus mendiskusikan terlebih dahulu dengan Kementerian Keuangan.

"Kedua, saya memohon kalau bisa diberikan uang (biaya) buku lah minimal," ucapnya.

Baca Juga: Mendikbud: Pencapaian KIP Sudah Mencapai 100%

Bahkan ke depannya pemerintah juga bisa memberikan uang untuk biaya hidup. Namun dengan catatan jika anggaran yang diberikan oleh Kementeriian Keuangan bisa mencukupi.

Untuk anggaran beasiswa Kemenristekdikti sendiri pada tahun ini adalah sebesar Rp4,7 triliun. Diharapkan bisa naik dua kali lipat pada tahun depan sekitar Rp8 triliunan untuk memfasilitasi KIP khusus kuliah ini.

"Kalau enggak bisa (biaya hidup ya) uang buku, dan kalau bisa lebih besar (dananya) ya uang hidup (juga)," jelasnya.

Meskipun begitu lanjut Nasir, saat ini sendiri pihaknya tengah sedikit demi sedikit memberikan fasilitas rusun untuk mahasiswa penerima KIP. Rusun tersebut nantinya akan dibangun oleh Kemennterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di setiap kampus.

(rhs)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini