nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa Beda KIP Khusus Kuliah dengan Program Bidikmisi?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 16:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 15 65 2030470 apa-beda-kip-khusus-kuliah-dengan-program-bidikmisi-PgNokB7Kcs.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah akan memberikan beasiswa kembali kepada mahasiswa yang tidak mampu, lewat Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sebenarnya beasiswa seperti ini sudah dilakukan sebelumnya melalui program bidikmisi untuk mahasiswa yang kurang mampu.

Lantas apa bedanya antara KIP yang akan diluncurkan pada tahun ini dengan beasiswa bidikmisi.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mengatakan, penerima KIP menerima fasilitas gratis bayar biaya SPP bulanan. Sedangkan program bidikmisi mulai SPP hingga biaya hidup menjadi tanggungan pemerintah.

"Kalau bidik misi kan uang hidup, biaya hidup (yang diberikan), tapi kalau untuk KIP saya mengusulkan kalau SPP saya minta gratis," ujarnya dalam sebuah diskusi di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Baca Juga: Polisi Periksa 4 Saksi Selidiki Temuan Sekarung KIP di Tempat Laundry

Namun lanjut Nasir, ke depannya pemerintah juga berencana unutk memberikan uang buku kepada penerima kartu tersebut. Untuk tambahan uang buku ini namun pihaknya harus mendiskusikan terlebih dahulu dengan Kementerian Keuangan.

"Kedua, saya memohon kalau bisa diberikan uang (biaya) buku lah minimal," ucapnya.

Ke depannya, dirinya berharappemerintah juga bisa memberikan uang untuk biaya hidup. Namun dengan catatan jika anggaran yang diberikan oleh Kementerian Keuangan bisa mencukupi.

Untuk anggaran beasiswa Kemenristekdikti sendiri pada tahun ini sebesar Rp4,7 triliun. Diharapkan bisa naik dua kali lipat pada tahun depan sekitar Rp8 triliun untuk memfasilitasi KIP khusus kuliah ini.

Baca Juga: Ada Kartu Indonesia Pintar Khusus Kuliah, Biaya SPP Gratis

Meskipun begitu, lanjut Nasir, saat ini sendiri pihaknya tengah sedikit demi sedikit memberikan fasilitas rusun untuk mahasiswa penerima KIP. Rusun tersebut nantinya akan dibangun oleh Kemennterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di setiap kampus.

"Kalau nggak bisa (biaya hidup ya) uang buku, dan kalau bisa lebih besar (dananya) ya uang hidup (juga)," jelasnya.

Sementara untuk persyaratan, penerima KIP sama seperti penerima beasiswa bidikmisi yakni harus berasal dari kelaurga tidak mampu. Namun yang membedakan, mereka penerima KIP ini harus memiliki kartu yang digunakan untuk membiayai sekolah dari mulai tingkat SD hingga SMA.

"Kalau siswa yang dapat KIP secara otomatis ini," ucapnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini