nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menristekdikti Pastikan KIP Khusus Kuliah Bukan Pencitraan

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 16:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 15 65 2030496 menristekdikti-pastikan-kip-khusus-kuliah-bukan-pencitraan-v5fIpwiy1p.jpg Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) khusus kuliah. Namun KIP ini banyak dikritik sebagai pencitraan oleh beberapa pihak karena dikeluarkan menjelang Pemilihan Presiden.

Menurut Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, program KIP khusus kuliah bukan program pencitraan. Sebab program ini sudah dia rencanakan dan usulkan kepada Presiden Joko Widodo sejak tahun 2017.

"KIP (kuliah) itu bukan karena pencitraan, sebenarnya udah lama saya sampaikan pada beliau, pada bapak presiden (Jokowi) pada tahun 2017 saya sampaikan jaringan satu bagaimana tentunya KIP itu," ujarnya saat di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Baca Juga: Ada Kartu Indonesia Pintar Khusus Kuliah, Biaya SPP Gratis

Menurut Nasir, program KIP ini belum bisa teralisasi pada tahun ini. Sebab pada tahun ini, pihaknya masih akan fokus pada pembenahan program beasiswa lainya yakni Bidikmisi.

Sebab masih ada beberapa hal yang harus didiskusikan terlebih dahulu oleh Kementerian Keuangan. Khususnya mengenai anggaran agar program KIP ini bisa lebih maskimal.

Seperti diketahui, nantinya penerima KIP ini akan diberikan fasilitas gratis bayar SPP. Namun pemerintah berencana agar fasilitas yang diperoleh penerima KIP ini bisa lebih dan mecakup biaya buku ataupun biaya hidup.

Baca Juga: Apa Beda KIP Khusus Kuliah dengan Program Bidikmisi?

Wacana tersebut masih harus terlebih dahulu diusulkan kepada Kementerian Keuangan yang berwenang untuk memberikan anggarannya. Jika nantinya disetujui maka penerima KIP bisa mendapatkan fasilitas dari biaya SPP gratis hingga biaya hidup yang ditanggun oleh pemerintah.

"Tapi KIP yang didapat sangat rendah, akhirnya tetap yang saya pertahankan adalah bidikmisi, bagaimana KIP seperti bidikmisi, nah nanti skema itulah kami ajukan kepada Menteri Keuangan tahun ini," katanya.

Nasir juga menambahkan, masih memikirkan berapa jumlah nominal yang akan diterima oleh masing-masing pemilik kartu KIP ini. Karena ada beberapa skema yang ia usulkan seperti penerima KIP ini disamakan seperti program bidik misi atau Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) atau skema lainya.

"Apakah KIP nanti diterima seperti bidikmisi, atau seperti (beasiswa) PPA, kalau PPA satu semester dapatnya Rp2,4 juta, jadi satu tahun Rp4,8 juta," ujarnya.

(rhs)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini