nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakai KIP Kuliah Bayar SPP Gratis, Pemerintah Perketat Penerimanya

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 17:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 15 65 2030533 pakai-kip-kuliah-bayar-spp-gratis-pemerintah-perketat-penerimanya-dEQZC7U44f.jpg Foto: Menristekdikti Mohammad Nasir (Dok BKKP)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) khusus untuk kuliah. Adanya KIP ini nantinya para pemilik kartunya akan mendapatkan fasilitas gratis biaya SPP kuliah

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekditki) Mohamad Nasir mengatakan, jika nantinya program ini berjalan pihaknya akan memperketat proses pengawasannya. Jangan sampai program ini salah sasaran yang justru merugikan keluarga yang tidak mampu.

"KIP ini seringkali dia tidak dicek kembali. Ternyata banyak anak Indonesia tidak punya KIP tapi miskin (begitupun sebaliknya)," ujarnya di Kantor Kemeneristekdikti, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Menurut Nasir, hal tersebut juga pernah terjadi pada program bidikmisi. Banyak sekali mahasiswa yang mampu justru mendapatkan beasiswa bidikmisi.

 Baca Juga: Menristekdikti Pastikan KIP Khusus Kuliah Bukan Pencitraan

Bahkan dirinya pernah mengalami beberapa kasus tersebut ketika menjadi Pembantu Rektor di Universitas Diponegoro (Undip). Ketika itu dirinya menyelidiki langsung mereka yang mendapatkan beasiswa bidikmisi.

Dan ternyata hasilnya pun cukup mencengangkan karena dirinya menemukan fakta jika ada salah satu orang yang menerima beasiswa bidikmisi ini ternyata justru orang yang berada. Bahkan rumahnya yang cukup besar dan terpampang dua mobil mewah yakni Pajero Sport dan Alphard di garasi rumahnya.

"Ternyata rumahnya ada parkir mobil dua , Pajero dan Alphard. Setelah terjadi seperti itu langsung saya naikan jadi yang mahal," ucapnya.

Belajar dari kasus tersebut dirinya pun mendorong agar pihak kampus bahkan rektor harus turun tangan langsung menyelidiki mereka yang mendapatkan KIP nantinya, sehingga tidak ada kasus pemilik kartu KIP yang tidak tepat sasaran.

"Saya bilang rektor tanggung jawab terhadap bidikmisi. Kalau ada yang terjadi anak kaya dapat bidikmisi maka rektor yang akan bertanggung jawab," katanya.

 Baca Juga: Ada Kartu Indonesia Pintar Khusus Kuliah, Biaya SPP Gratis

Selain memperketat pengawasan, pemerintah juga akan melakukan pengecekan kembali kepada mereka yang menerima KIP tersebut. Siapa tau pada saat kuliah, ekonomi dari penerima KIP tersebut sudah menjadi lebih baik dibandingkan dahulu.

"Orang kalau KIP apakah KIP terus yaa. Kalau SMP KIP, kemudian SMA-nya KIP. Siapa tahu ekonominya meningkat," kata Nasir.

Sebab menurut Nasir, dirinya pernah mengalami sendiri kasus seperti itu. Ketika SMP dirinya memang tergolong keluarga yang tidak mampu.

Namun ketika kuliah ekonominya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal itu disebabkan bantuan KIP yang tidak membenani ekonomi keluarganya.

"Saya udah pernah ngecek. Waktu itu dia hanya usaha warung biasa. Dia dapat KIP ternyata dia bisa buka warung besar. Sehari bisa 5 juta. Lah kalau 5 juta rata rata 20 hari sudah 100 juta. Kalau 40% ngalahkan gaji menteri. Ternyata dia masih mendapatkan KIP nah ini akan kita cek," katanya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini