nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadiri Sarasehan LPDP, Wapres JK: Negara Butuh SDM Berkualitas

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 21:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 15 65 2030679 hadiri-sarasehan-lpdp-wapres-jk-negara-butuh-sdm-berkualitas-e6kcvDh68X.jpg Foto: Sarasehan LPDP 2019

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hari ini menghadiri sarasehan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2019 yang bertemakan "Kembali Untuk Negeri" di Gedung Kementerian Keuangan Jakarta.

Jusuf Kalla mengaku sangat bersyukur, karena setelah menyelesaikan pendidikan kembali lagi ke tanah air. Dia mengatakan, setiap negara mempunyai kualitas dan kelebihan yang berbeda-beda.

"Ada yang mengatakan maju karena negara besar yang panjang sejarahnya. Namun ada yang kecil seperti Singapura maju dan New Zealend yang lagi ribut-ribut maju. Ada juga India yang besar enggak maju. Ada juga yang sumber daya alamnya dibilang maju tapi Afrika tak banyak konfliknya tetap saja miskin," ujarnya, Jumat (15/3/2019).

Baca Juga: Kuota untuk Mahasiswa Miskin Harus Diperbesar

Lantas seperti apa Indonesia? Menurut Jusuf Kalla, Indonesia punya sumber untuk maju dari sumber daya alam (SDA) yang besar, tapi perekonomiannya menengah. Tapi persamaan dari negara maju itu semangat dan ilmu pengetahuan dari masyarakat.

"Jepang dan Korea tidak ada sumber daya alam, tapi manusianya penuh semangat dan ilmu pengetahuannya baik sehingga dia maju dari negara lain," tuturnya.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo pada tahun ini telah memfokuskan bagaimana meningkatkan kualitas SDM. Jadi hampir semua SDM sebagian besar diperoleh dari pendidikan dan pengalaman.

"Oleh karena itu dibuatkan LPDP sebagai salah satu cara LPDP untuk tingkatkan kemampuan kita. Dan ini tentu mempunyai kekhususan. Dulu biasanya beasiswa dibarengi kewajiban ke istana setiap satu Maret ada ikatan dinas. Lpdp ini tanpa ada ikatan dinas," ungkapnya.

Baca Juga: Siapkan Dana Rp50 Triliun, Pemerintah Kirim Mahasiswa RI ke Universitas Top Dunia

Dia melanjutkan, bisa bekerja di luar negeri tentu pengalaman yang baik. Hanya saja, jelas negara ini membutuhkan dan menunggu para lulusan terbaik seperti ini.

"Kita sudah banyak bicara teknologi. Jadi kita butuh apa? Kita butuh kemampuan di segala bidang. Anda jangan harap pulang ke Indonesia kerja di pemerintah kita sekarang menganut negatif. Karena perkembangan teknologi tidak butuh banyak orang di birokrasi. Tapi yang sangat terbuka adalah enterpreneurship atau profesionalisme," tegasnya.

(rhs)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini