nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PPP Enggan Komentari soal Jebakan Dalam Surat Terbuka Romi di KPK

Muhamad Rizky, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 15:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 16 337 2030860 ppp-enggan-komentari-soal-jebakan-dalam-surat-terbuka-romi-di-kpk-onAJlcuoZg.jpg Rapat PPP (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy, mengaku dijebak terkait operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di daerah Sidoarjo, Jawa Timur. Hal itu disampaikan Romi dalam sebuah surat terbuka usai menjalani pemeriksaan di KPK.

Menanggapi itu Sekretaris Jendral PPP Arsul Sani mengatakan belum mengetahui surat terbuka tersebut. Ia baru mendengar informasi itu dari media, namun demikian dirinya enggan menanggapi soal jebakan itu dan menyerahkan seluruhnya pada proses hukum.

"Izinkan kami untuk tidak mengomentari soal itu untuk tidak mengomentari soal apakah itu penjebakan atau tidak itu biar proses hukum nanti yang akan memberikan tanda indikasi," kata Arsul saat konfrensi pers di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019).

Baca Juga: Kena OTT KPK, Romi Mohon Maaf ke TKN Jokowi dan Masyarakat

PPP

Menurut Arsul, hal itu lebih tepat disampaikan langsung oleh tim penasihat hukum Romi, bukan partainya.

"Jadi partai tidak akan berkomentar seperti yang tadi saya sampaikan apakah ini penjebakan apakah sudah lama jadi target operasi atau tidak karena sikap partai adalah menghormati proses proses hukum yang dijalankan," paparnya.

Sebelumnya Romi merasa bahwa kasus yang menimpanya merupakan risiko dan sulitnya menjadi publik figur. "Inilah risiko menjadi juru bicara terdepan sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham nasionalis-religius yang moderat," tulis Romi dalam surat terbukanya.

Saat ini Romi sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Baca Juga: Menanggapi itu Sekretaris Jendral PPP Arsul Sani mengatakan belum mengetahui surat terbuka tersebut.

Ia ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin.‎ Keduanya diduga sebagai pemberi suap terhadap Romi.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini