Pengamat: Jangan Bawa Isu Perang Badar dalam Pilpres!

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 00:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 16 605 2030722 pengamat-jangan-bawa-isu-perang-badar-dalam-pilpres-eYhhWHOqqV.jpg

JAKARTA - Gema Muslim Indonesia (GMI) menyerukan akan mengalahkan pasangan calon pilpres yang didukung kelompok yang kerap menyebarkan fitnah dan hoaks. Fitnah dan hoaks sering menyasar Jokowi-Maruf.

"Sudah cukup Presiden Jokowi difitnah, mulai dari tidak ada azan, legalkan zinah. Banyak juga yang tebar hoaks. GMI akan all-out kalahkan capres yang didukung kelompok yang tukang fitnah tersebut," kata Ketua GMI, Abdullah Kelrey dalam diskusi bertajuk "Semakin Sumuk, Pemilu 2019 Bukan Perang Badar!!" di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta, Jumat (15/3/2018).

GMI mengajak masyarakat untuk mendukung pemilu damai tanpa hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA. Di sisi lain mereka mengajak publik ikut menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UU 1945.

"Kami juga mengecam pihak yang sudah melakukan ancaman kepada Jokowi. Seruan people power Amien Rais tidak patut dicontoh," kata Dullah.

Di tempat yang sama, pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie menyatakan ancam-mengancam sejatinya bukan gaya berpolitik bangsa Indonesia.

Foto: Ist

Menurutnya, politik kita dari dulu terkenal santun bukan mengintimidasi. Itu sebuah kebodohan.

Pasalnya, rakyat sangat menjujung tinggi peradaban dan nilai demokrasi. Untuk itu, jangan gunakan politik devide et impera atau politik adu domba. Dia berharap, tidak ada yang menghalalkan segala cara guna memuluskan kepentingan elektoral.

Ditambahkan Jerry, perang yang ditakuti yakni perang politik underground dan undercover (bawah tanah dan penyamaran).

Lanjut kata dia, isu perang Badar tak cocok mau diangkat dalam pilpres lantaran itu perang Rasulallah SAW di lembah Badar saat melawan kaum kafir pada 17 Ramadaan Tahun ke-2 Hijriyah.

"Ada sejumlah perang diantaranya abad ke-13-14 atau 100 tahun perang Prancis dan Inggrs, perang Napoleon Bonaparte yang memulai revolusi di Prancis 1795. Namun, dia tewas dan kalah pada pertempuran Waterloo. Begitu pula perang dunia I antara koalisi Jerman, Italia, Austria-Hongaria dengan Rusia, Inggris dan Prancis dipicu terbunuhnya pangeran Frans Ferdinand dan istrinya dari Austria oleh pemuda Sarajevo," kata Jerry.

Sekarang ujarnya, perang utama bukan pilpres, tapi memerangi diri kita sendiri yakni keegoisan, keserakahan bahkan suka menyebar gosip dan hoaks.

"Kita sudah merdeka jangan jangan sampai kita masih dijajah," kata Jerry.

(qlh)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini