Bertemu Banser NU Solo, Caleg Perindo Sebut Pentingnya Mencegah Milenial untuk Golput

Bramantyo, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 03:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 16 606 2030732 bertemu-banser-nu-solo-caleg-perindo-sebut-pentingnya-mencegah-milenial-untuk-golput-eLGzLD0OyU.jpg (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Calon Legislatif (caleg) Partai Perindo, Daerah Pemilihan (Dapil) V, Henry Indraguna menggelar silahturahmi dengan Barisan Serbaguna (Banser) PC NU Serengan Solo.

Kedatangan Henry Indraguna di kantor NU ini disambut mars NU dan Banser.

Keakraban terjalin saat pertemuan tersebut. Meski berlangsung singkat, namun banyak dari anggota Banser menanyakan masalah seputar hukum pada Henry yang kebetulan seorang pengacara.

Kepada anggota Banser, Henry mengatakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbesar adalah kaum milenial yang mencapai 51 persen.

"Cuma masalahnya itu golput terbesar negeri ini itu adalah kaum milinial," kata Henry di hadapan anggota Banser, Jumat (15/3/2019).

Foto: Bramantyo/Okezone

Hal itu terjadi, kata Henry, karena kaum milenial selalu beranggapan memilih atau tidak memilih itu sama saja.

"Karena apa, karena anak muda selalu beranggapan, nyoblos ora nyoblos podo wae, malah ngenteke bensin. Wis ora entok amplop kon mrono, mending Mbojo wae (memilih atau tidak memilih itu sama saja, malah menghabiskan bensin. Sudah tidak dapat amplop disuruh datang, enakan pacaran saja)," ujar Henry yang disambut tepuk tangan dari anggota Banser.

Padahal, ungkap Henry, sang proklamator sendiri itu sangat menaruh harapan besar pada para pemuda.

"Bung Karno pernah bilang, beri aku 10 pemuda maka akan ku guncangan dunia. Lah anggota Banser Solo sendiri itukan sebanyak 200 sampai 300 orang. 10 orang pemuda saja bisa mengguncangkan dunia, apalagi 200 sampai 300 orang pemuda Banser," kata dia.

Untuk itu, momen 2019 ini, ungkap Henry, dijadikan momen kebangkitan para kaum milinial untuk menentukan sikap memperbaiki kondisi bangsa ini.

Menurut Henry, idealnya, mulai dari anggota legislatif, bupati, gubenur dan para menteri diisi oleh anak-anak muda. Pasalnya, hanya generasi muda yang mau turun bekerja dan mau melayani rakyat.

"Lebih bagus caleg-caleg DPRD, DPR RI, Bupati, Gubenur hingga para Menteri itu diisi anak-anak muda semua yang mau kerja, yang mau kreatif, yang mau melayani rakyat, mau datang, mau mendengarkan dari pada yang tua-tua gak mau kerja," sebutnya.

Untuk itu, Henry meminta para kaum milenial jangan sampai tergoda dengan pemberian amplop para caleg. Pasalnya, bila terpengaruh oleh amplop, maka harapan untuk memperbaiki bangsa tak akan terjadi.

"Jangan mau diberi amplop yang besarnya hanya Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu. Tahu tidak, berapa nilai sebenarnya satu suara, Rp80 juta. Itu nilai untuk satu suara. Jadi kalau mau kasih amplop, itu ya segitu," terangnya.

Sementara itu Ketua PC GP Ansor Surakarta Arif Sarifudin menyatakan seluruh anggota Banser Solo siap mendukung Henry Indraguna dalam pemilu nanti.

"Kami siap mendukung pak Henry di pemilu nanti. Apalagi, pak Henry sendiri siap membantu Banser untuk mendirikan LBH," kata dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini