nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkosa ART Asal Indonesia, Pria Singapura Divonis 10,5 Tahun Penjara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 17:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 18 18 2031683 perkosa-art-asal-indonesia-pria-singapura-divonis-10-5-tahun-penjara-8z45y9xe9D.jpg Foto: Reuters.

SINGAPURA – Pengadilan Singapura menjatuhkan hukuman penjara selama lebih dari 10 tahun terhadap seorang petugas keamanan yang dinyatakan bersalah telah berulangkali memerkosa dan melecehkan seorang asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia di apartemen keponakannya.

Pria berusia 53 tahun itu mengklaim dirinya telah diganggu secara spiritual oleh makhluk gaib saat dia melakukan perbuatan bejatnya.

Diwartakan Straits Times, pria yang tidak dapat disebutkan namanya untuk melindungi identitas korbannya itu, dijatuhi hukuman penjara 10 tahun 6 bulan pada Senin, 18 Maret, setelah ia mengaku bersalah atas satu tuduhan pemerkosaan dan kekerasan seksual dengan penetrasi. Dua tuduhan pelecehan seksual dan pelecehan seksual lainnya juga dipertimbangkan selama penetapan hukuman.

Catatan pengadilan menyebutkan bahwa lelaki itu sering menginap di flat keponakannya, tempat dia tinggal bersama ketiga anaknya dan seorang ART asal Indonesia berusia 26 tahun.

Warga Singapura itu mengaku "menyukai" ART itu beberapa bulan setelah dia mulai bekerja di sana, dan kemudian melamarnya. Namun, perempuan Indonesia itu menolak pendekatan dan lamaran dari pria tersebut dan mengatakan bahwa dia sudah menikah.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Raja Mohan mengatakan, perempuan itu memperlakukannya sebagai majikan dan memanggilnya "Pakcik", atau "Paman" dalam Bahasa Indonesia.

Sejak saat itu, terdakwa melecehkan ART itu ketika tidak ada orang lain di rumah. Setelah setiap kejadian, perempuan tersebut mengancam untuk melaporkannya, mendorongnya atau berjalan menjauh darinya. Namun, ART itu tidak pernah melaporkan terdakwa karena dia tidak yakin majikannya, keponakan dari terdakwa akan percaya kepadanya.

Pada 18 November 2017, ART itu dan terdakwa sedang sendirian di flat ketika pria itu memasuki kamarnya hanya dengan mengenakan handuk di pinggang. Terdakwa menawarkan untuk mengoleskan salep untuk meredakan nyeri di tubuh perempuan itu, tetapi dia menolak.

Terdakwa kemudian mendorong korbannya ke tempat tidurnya, di mana dia melakukan pelecehan seksual dan memperkosanya saat korban berulang kali mengatakan kepadanya untuk berhenti.

Setelah kejadian itu, ART itu melarikan diri dari rumah majikannya saat terdakwa tertidur dan meminta orang yang lewat untuk melapor ke polisi.

Pembela di pengadilan mengatakan bahwa terdakwa "benar-benar menyesali kesalahannya dalam kehilangan kendali" dan tidak mengetahui dengan pasti tentang tanggung jawabnya dalam masalah ini.

Terdakwa mengatakan bahwa dia "terganggu secara spiritual" pada saat melakukan kejahatan itu, karena dia telah menemukan mahkluk gaib saat bekerja.

Mempertimbangkan semua itu, Hakim Audrey Lim tetap menjatuhkan hukuman untuk “memberikan pesan yang jelas” bagi para pelaku perkosaan.

Untuk pemerkosaan, pria itu bisa dipenjara hingga 20 tahun, didenda atau dicambuk. Namun, karena usianya di atas 50, dia dijatuhi hukuman penjara enam bulan sebagai pengganti hukuman cambuk.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini