Syafril Nasution: Pelaku UMKM di Semarang Perlu Mempercantik Kemasan Produk

Taufik Budi, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 04:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 18 606 2031369 syafril-nasution-pelaku-umkm-di-semarang-perlu-mempercantik-kemasan-produk-XRgOAoIac7.jpg Syafril Nasution. (Foto: Taufik Budi/Okezone)

SEMARANG - Caleg DPR RI dari Partai Perindo, Syafril Nasution, mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, agar bisa meningkatkan produksi sekaligus mengangkat nilai jual. Pendampingan dilakukan karena kebanyakan pelaku industri rumahan belum memerhatikan kemasan produk hingga harganya tidak mampu bersaing.

Sekira 30 pelaku UMKM berkumpul di Dusun Ngablak, RT 21 RW 07, Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, untuk mendapatkan edukasi dari Syafril Nasution. Sejumlah trik dan tips dibagikan direktur corporate secretary MNC Group tersebut.

"Tadi saya sudah mencoba kacang kulit goreng. Rasanya enak, dan ini ternyata cara menggorengnya tidak menggunakan minyak goreng, tapi pasir. Nah, ini bagus karena bebas kolesterol," tutur Syafril di lokasi kegiatan, Minggu 17 Maret 2019.

Wakil Ketua Umum Partai Perindo itu juga menyampaikan tentang pentingnya menjaga kualitas produk. Sebab, seringkali pelaku usaha tidak bisa mempertahankan mutu sehingga mulai ditinggalkan konsumen.

"Yang perlu menjadi catatan adalah tentang kemasan produk. Jika dibandingkan kualitas kacang kulit ini dengan produk di Jakarta sana, rasanya enak ini. Tapi dari kemasan ini masih perlu ditingkatkan. Dengan kemasan yang bagus, maka secara otomatis mengangkat harga produknya," terang caleg Dapil Jateng 1 (Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal) tersebut.

Dalam kesempatan itu, Syafril juga mencicipi minuman susu jahe yang menjadi andalan warga setempat. Minuman tersebut tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga tanpa gula yang banyak dihindari penderita diabetes.

"Minuman susu jahe sebenarnya di luar sana, Jakarta atau kota lain, juga ada, tapi di sini tidak menggunakan gula. Takarannya pas, rasanya enak. Setelah minum, badan kita jadi hangat. Tinggal kita memperbaiki kemasan saja biar harganya terangkat," ujarnya.

Dalam pertemuan itu juga dihadiri Kelompok Tani Wanita (KWT) Dusun Ngablak. Mereka membawa serta hasil pertanian berupa sayur-sayuran.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini