TKN Jokowi Jelaskan Alasan Ragu dengan Hasil Survei Litbang Kompas

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Jum'at 22 Maret 2019 14:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 22 605 2033558 tkn-jokowi-jelaskan-alasan-ragu-dengan-hasil-survei-litbang-kompas-leyT9gjQSL.jpg TKN Jokowi-Ma'ruf Amin (foto: Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Inas N Zubir menjelaskan alasan mengapa pihaknya ragu dengan hasil survei terbaru yang dilakukan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas tentang elektabilitas pasangan calon (paslon) nomor urut 01 dalam Pilpres 2019.

Survei tersebut menunjukan elektabilitas Jokowi disebut menurun 3,4 persen, yaitu dari 52,6 persen pada Oktober 2018 menjadi 49,2 persen pada Maret 2019. Sedangkan elektabilitas Prabowo justru naik dari 32,7 persen pada Oktober 2018 menuju 37,4 persen.

(Baca Juga: Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 49,2%, Prabowo-Sandi 37,4%) 

"Patut kita duga berdasarkan pesanan, karena selama ini Kompas sering berat sebelah dalam pemberitaan dan cenderung memberi angin kepada Prabowo-Sandi," ujar Inas saat dikonfirmasi, Jumat (21/3/2019).

Menurut Inas, bukan hal yang aneh mengingat Pemimpin Redaksi Kompas, Ninuk Pambudy merupakan istri dari kader Gerindra yang masuk dalam tim pakar Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 bidang energi dan pangan.

"Oleh karena itu, survei Litbang Kompas tidak bisa dianggap netral dalam menggambarkan kondisi real di masyarakat, melainkan hanya rekayasa untuk mempengaruhi opini publik menjelang Pilpres 2019, di mana berbagai lembaga survei independen telah memperlihatkan the magic number untuk Jokowi, yakni jauh di atas 50 persen yang sangat sulit dikejar oleh Prabowo Sandi, dan tentunya membuat Ninuk dan Rahmat Pambudi harus berpikir keras untuk merubah situasi demi bosnya!" tutur Inas.

(Baca Juga: Jokowi Jadikan Hasil Survei Kompas sebagai Bahan Koreksi)


(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini