BPN Tak Percaya Hasil Survei Charta Politika yang Kalahkan Prabowo-Sandiaga

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 19:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 25 605 2034782 bpn-tak-percaya-hasil-survei-charta-politika-yang-kalahkan-prabowo-sandiaga-cdoeVBoP2F.jpg Hidayat Nur Wahid

JAKARTA - Hasil survei Charta Politik menunjukkan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno elektabilitasnya masih tertinggal dari kubu petahana Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Merespons hal itu, Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid tak mau mengambil pusing terkait hasil survei itu.

Apalagi, sambung Hidayat, hasil survei pasti sangat beragam. Karena itu, ia tak lantas memercayai hasil survei Charta Politika lantaran hasil survei itu merupakan penggambaran jika Pilpres 2019 digelar pada saat ini.

“Pileg dan pilpres baru akan terjadi tanggal 17 April yang akan datang,” ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/3/2019).

(Baca Juga: TKN Belum Puas Meski Hasil Survei Charta Politika Jokowi-Ma'ruf Raih 53,6%)

Pria yang kerap disapa HNW itu mengingatkan jika hasil lembaga survei bisa saja tak sama seperti Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Di mana lembaga survei pun tak ada yang sama dengan hasil akhir penghitungan KPU.

“Jadi survei ini menurut saya sebagai bagian dari masukan masing-masing pihak,” kata dia.

Politikus PKS itu pun mengungkap apabila hasil survei Charta Politika Indonesia bertentangan dengan survei internalnya. “Dan di survei kami malah bertentangan dengan yang disebutkan Charta Politika, jadi itu adalah bagian-bagian daripada masukan-masukan ya kita ambil aja sebgai masukan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil survei Charta Politika Indonesia pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul dengan elektabilitas 53,6 % dibandingkan dengan Prabowo-Sandi yang hanya mendapatkan 35,4%.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini