nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

50% Angka Kesakitan di Indonesia Ditengarai dari Polusi Udara

Okky Wanda lestari, Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 11:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 25 65 2034531 50-angka-kesakitan-di-indonesia-ditengarai-dari-polusi-udara-5pgKm20KXh.jpg Foto: Ist

JAKARTA - Ditenggarai, 50% dari angka kesakitan di Indonesia saat inipun terkait dengan polusi udara. Jumlah penyakit yang terkait dengan kasus pencemaran udara telah diprediksi lebih tinggi dan lebih parah.

Hal ini dikatakan oleh Guru BesarTetap Bidang Ilmu Kesehatan Lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI (FKM UI), Prof. Dr. R. Budi Haryanto, SKM., M.Kes, M.Sc. pada Pidato Pengukuhannya sebagai Guru Besar yang berjudul “Perubahan Iklim dan Polusi Udara di Indonesia: Dampak Kesehatan dan Strategi Pengendaliannya”, di Balai Sidang UI, Depok.

“Hal ini karena sumber pencemaran udara, permintaan energi, diproyeksikan akan meningkat tajam hingga tahun 2050,” kata Prof. Budi, seperti dikutip dari keterangan tertulis UI, Senin (25/3/2019).

 Baca Juga: Angka Kematian Neonatal di Indonesia Menurun

Karena itu, pencegahan dan pengendalian polusi udara pada sumber pencemarannya setidaknya dapat dilakukan. Beberapa hal yang dapat dilakukan, menurut Prof. Budi, misalnya memperbaiki kualitas bahan bakar, meningkatkan teknologi mesin kendaraan bermotor, prasarana infrastruktur, dan manajemen transportasi.

Berbagai upaya pemerintah dalam menanggulangi perubahan iklim juga telah dilakukan. Akan tetapi, keberhasilan dari berbagai aksi yang dilakukan dinilai belum menunjukkan hasil signifikan.

“Sementara itu, perhatian terhadap polusi udara, yang langsung terhirup oleh semua orang, belum mendapatkan perhatian yang memadai,” tambahnya.

 Baca Juga: IMERI-FKUI Kembangkan Aplikasi Penurun Angka Kematian Ibu

Menurutnya, ada banyak sektor yang berpengaruh pada peningkatan emisi polusi udara. “Sektor transportasi berkontribusi paling banyak, hingga 80%, diikuti oleh emisi dan industri, kebakaran hutan, dan kegiatan rumah tangga,” tuturnya.

Polusi udara terjadi melalui proses alamiah dan hasil kegiatan manusia saat teremisikan bersama dengan gas rumah kaca maupun sebagai akibat dinamika perubahan iklim. Emisi polutan udara sarana transportasi lebih dominan dibandingkan dari sumber industri, kebakaran lahan dan hutan, maupun dari sumber kegiatan di perumahan atau rumah tangga.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini