KPK dan Bawaslu Sepakat Minta Peserta Pemilu Buka Rekam Jejaknya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 27 Maret 2019 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 27 606 2035582 kpk-dan-bawaslu-sepakat-minta-peserta-pemilu-buka-rekam-jejaknya-Xjo3H2PRq8.jpg Bawaslu dan KPK lakukan pertemuan (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepakat agar seluruh peserta Pemilu 2019 diwajibkan untuk membuka rekam jejaknya. Hal itu dilakukan agar masyarakat mengetahui rekam jejak seluruh calon pemimpinnya masing-masing.

Demikian diungkapkan Komisioner Bawaslu, Rahmat Bagja usai berdiskusi dengan pimpinan KPK, Laode M Syarief terkait Pemilu yang jujur dan berintegritas, di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (27/3/2019).

 Baca juga: Wiranto: Pemilu Bukan Arena Saling Fitnah dan Menjatuhkan

"Kita minta pada peserta pemilu untuk membuka semua track record yang bersangkutan dalam pekerjaannya dalam pengabdian masyarakat sehingga masyarakat bisa mengenali dan mengetahui siapa peserta pemilu tersebut," kata ‎Bagja.

Pemilu

Senada dengan Bawaslu, Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief juga menghimbau kepada seluruh partai politik (parpol) agar membeberkan rekam jejak calonnya masing‎-masing yang akan mengikuti Pemilu 2019.

 Baca juga: Ratusan Personel Gabungan Amankan Kampanye Terbuka Jokowi di Kalbar

"Saya juga KPK menghimbau, termasuk Bawaslu menghimbau, kepada semua partai politik untuk mengemukakan daftar riwayat hidup dari masing-masing calon," ujar Syarief saat mendampingi Bagja.

Dengan cara tersebut, tekan Syarief, masyarakat bisa melihat sosok para calon pemimpinannya. Sehingga, publik dapat memilah dan memilih calon pemimpinnya dengan teliti.

 Baca juga: Pamer 3 'Kartu Sakti', Jokowi: Siapa Tak Setuju, Saya Kasih Sepeda

"Jika dia (calon peserta pemilu) tidak ingin membuka riwayat hidup dia, itu saya pikir penting dan kepada masyarakat kita imbau kita berharap bahwa anggota DPR anggota DPRD yang terpilih nanti adalah yang baik, oleh karena itu jangan pernah meminta uang‎," ungkapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini