Menristekdikti Angkat Suara Terkait Cerpen LGBT di USU

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 27 Maret 2019 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 27 65 2035754 menristekdikti-angkat-suara-terkait-cerpen-lgbt-di-usu-X7KsuTl4ti.jpg Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto:Avirista/Okezone)

MALANG – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir turut angkat bicara soal kontroversi cerpen berjudul 'Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku di Dekatnya'. Cerpen tersebut ditulis oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Yeal Stefanny Sinaga pada media pers kampus Suara USU dan menuai pro kontra.

Bahkan akibat cerpen yang dinilai bertema LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) ini pihak rektorat sampai mengganti seluruh anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pers kampus Suara USU.

Baca Juga: USU Gelar Karya Ilmiah Nasional Terbesar Scripta Research Festival 2018

Meski demikian, menurut Nasir ia belum mengetahui isi dan terlebih dahulu mencermati isi cerpen tersebut.

"Saya belum tahu isinya, tapi pada prinsipnya adalah kalau kita di dalam dunia kampus harus bisa dilakukan dengan metodologi yang baik, apakah sikapnya memprovokasi atau mengedukasi dengan baik,"ujar Menristekdikti M. Nasir saat melakukan agenda di Kota Malang, Rabu siang (27/3/2019).

Pihaknya juga belum berani memastikan apakah sikap rektorat USU ini termasuk melanggar atau tidak. Nantinya Menristekdikti akan langsung melakukan pengecekan di USU.

menristek

"Kalau sifatnya memprovokasi kami larang, gak boleh. Kami belum tahu secara persis masalah cerpen LGBT di USU. Saya akan datang ke USU untuk datang ke sana, tanggal 4 (4 April) saya akan ke sana," jelas pria kelahiran Ngawi 59 tahun ini.

"Saya belum tahu tepat atau tidak, kalau sifatnya memprovokasi saya akan dukung, tapi kalau sifatnya mengedukasi nanti saya ingatkan. Cerpen itu kan ada yang memprovokasi atau mengedukasi," lanjut Nasir.

Dirinya kembali menegaskan bila tak ada diskriminasi dalam pendidikan di kampus baik kaum LGBT maupun tidak. "Kami tidak ada diskriminasi antar elemen bangsa. Baik LGBT atau apa, yang tidak boleh melakukan making love di kampus tapi kalau orang LGBT kuliah ya silakan itu hak dari warga negara,"tutupnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini