nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kendaraan Listrik di Mata Pakar Keselamatan Terkait Keamanannya

Mufrod, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 11:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 02 15 2038152 kendaraan-listrik-di-mata-pakar-keselamatan-terkait-keamanannya-isDPdtFX94.jpg ilustrasi mobil listrik (foto: Ist)

JAKARTA - Rencana pemerintah akan mendongkrak populasi kendaraan listrik mencapai 20 persen pada 2025 mendatang, dinilai sebagai faktor kemajuan industri kendaraan. Meski banyak negara menilai mobil tanpa suara tersebut bisa membahayakan pengguna jalan khususnya orang difabelitas pendengaran.

Namun hal tersebut dinilai sebagai hal yang tak perlu dibesar-besarkan, meski di luar negeri banyak produsen yang tetap mengembangkan teknologi baru terkait permasalahan ini.

 

"Peralihan teknologi kendaraan di listrik di Indonesia, sama seperti beberapa tahun lalu dimana teknologi pengereman ABS dinilai berbahaya dan banyak dipertimbangkan. Namun teknisnya justru menjadi teknologi yang banyak digunakan pada kendaraan," jelas Jusri Pulubuhu, Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, kekhawatiran terkait keamanan mobil listrik yang tidak memiliki suara dinilai mobil dengan suara berisik, merupakan bagian dari polusi suara yang juga di beberapa negara memiliki aturan yang melarang tingkat desibel suara yang dihasilkan pada kendaraan.

Sehingga dengan hadirnya mobil listrik di Indonesia, merupakan salah satu terobosan yang harus di dukung masyarakat, untuk pencapaian perkembangan yang lebih baik. Khususnya terkait emisi yang saat ini telah menjadi perhatian banyak negara di dunia termasuk Indonesia belakangan ini.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini