nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaksanaan UNBK Tahun Depan 100% di Semua Sekolah

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 04 April 2019 10:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 04 65 2038872 pelaksanaan-unbk-tahun-depan-100-di-semua-sekolah-uoB2BRi0hq.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah menargetkan tahun depan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) akan dilaksanakan 100% di semua sekolah. Pada tahun ini, persentase UNBK yang bisa dilaksanakan di seluruh Indonesia sudah mencapai 91%.

Sementara itu, yang belum melaksanakan UNBK berada di kawasan terpencil memerlukan pemenuhan fasilitas dan butuh penanganan khusus. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, sisa 9% lagi siswa yang belum bisa menjadi peserta UNBK ini memang merupakan bab yang tersulit untuk ditangani.

Masalahnya, mereka berada di wilayah yang sulit terjangkau, di kepulauan hingga daerah terpencil. “Kemudian 9% ini memang bukan yang mudah. Ini yang paling sulit ini sehingga penyelesaiannya butuh biaya yang lebih tinggi, juga mungkin penangannya harus lebih spesifik dan tidak bisa digeneralisasi,” katanya seusai Sosialisasi dan Harmonisasi Bunda PAUD di Jakarta kemarin.

Baca Juga: Hari Ke-2 UNBK, Jangan Pinjam Alat Tulis di Kelas

Mendikbud mengatakan bahwa tercatat ada 8.259.581 peserta UN. Dari jumlah tersebut, peserta UNBK sejumlah 7.507.116 siswa. Jumlah peserta UNBK meningkat 19% dari jumlah peserta UNBK tahun lalu.

Kemendikbud mengapresiasi peran serta pemerintah daerah dan masyarakat yang mendukung penyelenggaraan ujian nasional tahun ini. Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menjelaskan bahwa di lapangan memang masih banyak yang harus dibenahi.

Misalnya mengenai kekurangan sarana prasarana yang bisa ditanggulangi dengan meminjam ke sekolah lain, sesuai dengan jumlah kebutuhan siswa yang ada di sekolah itu. Proses pinjam meminjam ini bisa dilakukan untuk tahun hingga tahun depan.

Menurut Muhadjir, meski target pemenuhan UNBK hanya tersisa 9%, penanganannya ini sesulit untuk memenuhi sarana prasarana UNBK 50%. Hal ini karena ada sekolah yang berada di wilayah yang tidak terjangkau jaringan internet.

Baca Juga: Bocor! Soal dan Kunci Jawaban UNBK SMA Beredar via Line di Solo

Kemendikbud pun harus berkomunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi agar jaringan segera masuk lokasi dimaksud. Wilayah yang terpencil itu tidak hanya di daerah perbatasan. Guru Besar Universitas Negeri Malang ini mengaku pernah melakukan kunjungan ke suatu sekolah di area kepulauan di Jawa Timur.

Perjalanan ke sekolah itu membutuhkan waktu sampai 10 jam dengan menggunakan kapal. “Yang di sana itu tidak mungkin kita layani dengan waktu yang singkat untuk UN. Jangankan UN, untuk keperluan pendidikan membutuhkan penanganan yang khusus,” katanya.

Terkait dengan pelaksanaan UN di lapangan, Muhadjir mengaku telah mendapat laporan terkait kendala server yang terkena virus di Sumatera Utara. Namun, server sudah berhasil ditangani sehingga tidak mengganggu pelaksanaan UN secara signifikan.

Dia berharap pelaksanaan UN di daerah lain berjalan dengan lancar. Kalaupun ada kendala, Kemendikbud yakin penanganan akan segera dilakukan sehingga tidak mengganggu jalannya UN.

Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia Satriwan Salim mengatakan sudah empat tahun UNBK dilaksanakan, tapi tidak ada kebijakan atau bantuan peningkatan sarana yang signifikan. “Terbukti masih banyak sekolah yang harus pontang-panting mencari pinjaman meski dengan biaya transportasi yang cukup mahal, dan mengakibatkan persiapan UNBK menjadi lebih rumit dan tergesa-gesa,” katanya.

Selain itu, tahun ini standar pe laksanaan UNBK lebih tinggi dengan pengaturan sesi yang ketat. Hal ini cukup menyulitkan sekolah dengan jumlah komputernya terbatas untuk mengelola siswa. Dia menuturkan, karena sesi tidak bisa digeser, siswa yang misalnya terlambat datang di jadwal sesi 1 tidak bisa ikut ujian dan harus mengikuti susulan.

Selain itu, dalam aplikasi computer based test juga diwajibkan mengaktifkan Transfer Response yang merekam pekerjaan siswa per detik sebagai antisipasi kerusakan server.

Jika server rusak maka siswa nantinya dapat melanjutkan ujian dengan posisi terakhir sebelum server rusak atau tidak harus mengulang. “Meski fitur ini bagus tetapi cukup menyulitkan sekolah,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini