nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peringati Hari Autis Sedunia, Rumah Robot Gelar Seminar Pendidikan Berkarakter Tulang Punggung Bangsa

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 04 April 2019 15:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 04 65 2039011 peringati-hari-autis-sedunia-rumah-robot-gelar-seminar-pendidikan-berkarakter-tulang-punggung-bangsa-zVdlT7Cks3.jpg Foto: Seminar Pendidikan Berkarakter Tulang Punggung Bangsa

JAKARTA - Hari Autis Sedunia ditetapkan pada 2 April oleh PBB pada tanggal 18 Desember 2007. Hari Autis Sedunia ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menyadarkan kepada masyarakat pentingnya kepedulian terhadap autism.

Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran terhadap autis dapat dilakukan dengan diagnosis dini untuk pemberian intervensi dini.

Dengan semangat Hari Autis Sedunia, hari ini Rumah Robot Indonesia - World Robotic Explorer dengan mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mengadakan seminar bertemakan Pendidikan Berkarakter Tulang Punggung Bangsa. Dengan tujuan agar menciptakan dunia yang lebih baik untuk penyandang autis, karena semua adalah sama.

Pada acara ini hadir, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nanik Istumawati Hadi Tjahjanto, Ratiyono, Dewi Motik Pramono, Ustad Yusuf Mansur, Andrie Wongso, Prita Kemal Gani, William Wiguna dan guru-guru anak berkebutuhan khusus.

Baca Juga: Peringati Hari Autisme Dunia, Adefitrie Kirana Sayangkan Banyak Bully Terjadi

Pendiri World Robotic Explorer (WRE) Indonesia atau dikenal sebagai ibu robot semua anak, Jully Tjindrawan mengatakan bahwa, selama 10 tahun di Robotic Explorer, banyak muridnya yang anak autis.

"Anak autis adalah anak yang memiliki keunikan tersendiri dalam jenis dan karakteristiknya, yang membedakan dari anak normal pada umumnya. Mereka begitu tertarik dengan mekanik dan barang-barang kecil di robotic, saya begitu kagum, dan kekaguman saya membuat saya berpikir orangtua mereka adalah orangtua yang hebat yang dapat menanamkan pentingnya pendidikan berkarakter bagi mereka," ujarnya di Season City Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Dia menuturkan, apabila mengambil pernyataan dari UNESCO bahwa: 'Education is now engaged is preparinment for a tife Society which does not yet exist' atau bahwa pendidikan itu sekarang adalah untuk mempersiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada.

"Konsep system pendidikan mungkin saja berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan pengalihan nilai-nilai kebudayaan (transfer of culture value)," tutur dia.

Baca Juga: Jangan Remehkan Anak Autis, Ternyata Mereka Pandai Loh!

Dia menambahkan, memang konsep pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari pendidikan yang harus sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan masa lalu, sekarang, dan masa datang. Tentunya semua ingin anak-anak yang ada di Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam dunia pendidikan. Maka hal inilah yang membawa saya untuk mengajak sekolah dan orangtua memperkenalkan dunia teknologi robotik pada anak.

"Saya juga mohon dukungan dari stakeholder, perusahaan-perusahaan yang sudah mempergunakan teknologi robotik dalam dunia industri untuk turut bekerjasama memperkenalkan robotnya disini dan turut menjadi sponsor untuk kemajuan anak-anak Indonesia, seperti ABB, Delta Elektronik, My Robot Time, Robotron, Makebock dan lain-lain. Saya ucapkan terima kasih. Dan tentu saja kepada instansi-instansi Pemerintah yang sudah mendukung seluruh kegiatan yang ada di Rumah Robot Indonesia bukan karena semata-mata hanya untuk kami namun untuk seluruh Anak Bangsa agar dapat terus berinovasi dalam dunia teknologi," kata dia.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini