nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesan Khusus Jokowi soal Pemuda Berkaus Capres 01 Dikeroyok di Purworejo

Taufik Budi, Jurnalis · Sabtu 06 April 2019 04:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 06 512 2039748 pesan-khusus-jokowi-soal-pemuda-berkaus-capres-01-dikeroyok-di-purworejo-dKD0ewbSf0.jpg Ilustrasi.

PURWOREJO - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan perhatian khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada peristiwa pemukulan yang menimpa Yuli Wijaya (28), warga Krendetan Bagelen Purworejo pada Selasa 2 April. Ganjar mengaku ditanya langsung oleh Jokowi saat mendampingi kampanye terbuka di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan Ganjar, Jumat (5/4/2019) saat ngopi di angkringan bareng warga Kutoarjo Purworejo. Ganjar yang tengah pulang kampung itu menceritakan, dirinya ditanya langsung oleh Jokowi saat melakukan kampanye terbuka di Brebes, Kamis 4 April.

"Pak Presiden tanya langsung sama saya. Beliau bertanya piye bocah kae? Saya jawab saya mau nengok langsung Pak. Kemarin Beliau mengatakan juga telah mengirim utusan," kata Ganjar.

Yuli jadi korban pengeroyokan massa yang beratribut Gerakan Pemuda Kabah (GPK) yang sedang dalam perjalanan dari kampanye terbuka Prabowo-Sandi di Purworejo. Saat itu Yuli yang berprofesi sebagai juru parkir tengah menjalankan tugasnya dengan mengenakan kaus Capres 01, Jokowi - Ma'ruf Amin.

Foto: Taufik Budi/Okezone

"Kampanye yo kampanye, tapi ojo jotos-jotosan. Pak Jokowi berharap agar yang ini tidak terulang. Kemarin yang di Solo kejadian, yang di Purworejo juga kejadian. Ya kampanye mesti damai, jangan adu otot, adu keceriaan saja, adu program saja," katanya.

(Baca juga: Pria Berkaus Jokowi Dikeroyok Massa Diduga Pendukung Prabowo)

Selain itu, Ganjar juga menyampaikan pesan Jokowi, agar masyarakat jangan ada yang memprovokasi dan jangan sampai terprovokasi karena kejadian ini. Meskipun ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mencoba mengusik ketenteraman Jawa Tengah.

"Jangan ada yang kepancing, karena suaranya mau ada balasan. Jangan. Jangan dibalas. Dan kejadian Solo maupun Purworejo jangan sampai terulang. Kan dulu di jalan Magelang kan terjadi, juga di Temanggung juga terjadi. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terjadi," kata dia.

Terkait kondisi terkini Yuli, Ganjar mengaku telah menerima banyak laporan dari para tetangga. Dia juga memastikan langsung dengan menelefon Yuli. Rencananya, hari ini Ganjar juga telah janjian akan ngopi bareng Yuli di angkringan sekitar Kutoarjo.

"Mudah-mudahan segera sembuh. Kemarin saya sudah telefon. Tadi janjiannya mau ke sini (angkringan), saya juga mau ke ke sana sebenarnya, tapi diomongin dia mau diajak ke sini tapi ternyata tidak diajak ke sini," ujarnya.

Sementara itu Yuli mengaku masih mengalami trauma akibat pengeroyokan itu. Dia tidak menyangka bakal jadi korban karena hanya mengenakan kaus idolanya.

"Khawatir mau keluar rumah. Ini kepala saya dijahit tujuh dan mata ini lebam," katanya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini