2.042 Surat Suara Pemilu di Kota Sorong Ditemukan Rusak

Chanry Andrew S, Jurnalis · Sabtu 06 April 2019 16:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 06 606 2039924 2-042-surat-suara-pemilu-di-kota-sorong-ditemukan-rusak-y2Z6fg2AP3.jpg Ilustrasi surat suara pemilu. (Foto: Okezone)

SORONG – Jelang Pemilihan Umum 2019 yang tinggal beberapa hari lagi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sorong, Papua Barat, menemukan sebanyak 2.042 surat suara rusak. Hingga saat ini KPU Kota Sorong sedang berupaya mengganti surat suara tersebut di percetakannya di Kota Surabaya, Jawa Timur.

"Jadi berdasarkan hasil dari sortir surat suara beberapa waktu lalu, kami mendapati sebanyak 2.042 surat suara mengalami kerusakan, dan ini sudah kami utus orang ke percetakannya langsung di Surabaya untuk ditukar. Tentunya sesuai berita acara kerusakan," ujar Ketua KPU Kota Sorong Robert Jumame, Sabtu (6/4/2019).

(Baca juga: PPATK Ungkap Politik Uang Zaman Sekarang, Beli Suara Pakai Asuransi Kesehatan)

Sebanyak 2.042 surat suara yang rusak ini, kata dia, tidak mengganggu jalannya tahapan Pemilu 2019 di Kota Sorong.

Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Okezone)

"Kekurangan surat suara karena rusak itu tidak akan mengganggu pemilu yang akan berlangsung, karena kami dari KPU sudah antisipasi hal itu. Surat suara yang diganti itu sudah dalam perjalanan, sebentar lagi tiba, dan kita langsung melengkapinya," imbuh Jumame.

(Baca juga: Pemilu: Politisi Dekati TKI di Luar Negeri, Setelah Itu Menghilang)

Ia mengatakan, seluruh surat suara pemilu untuk Kota Sorong sudah tersedia di gudang. Berdasarkan tahapan, pada 10 April 2019, seluruhnya sudah didistribusi ke PPS.

Sedangkan khusus untuk Kota Sorong, surat suara tersebut akan didistribusi ke PPS pada H-1 sebelum Pemilu 2019. Hal itu karena letak geografis Kota Sorong tidak terlalu sulit dijangkau.

"Memang sesuai jadwal. Tanggal 10 April, seluruh surat suara sudah harus didistribusi ke PPS. Namun karena Kota Sorong ini letaknya tidak terlalu sulit, maka kami berinisiatif mendistribusikannya pada H-1 sebelum pemilu," ungkap Robert Jumame.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini