nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Merapi Alami 4 Kali Gempa Guguran

Antara, Jurnalis · Rabu 10 April 2019 11:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 10 510 2041458 gunung-merapi-alami-4-kali-gempa-guguran-U1ZzeLIdtz.jpg Ilustrasi Gunung Merapi (Foto: Ist)

YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah mengalami empat kali gempa guguran. Hal itu terjadi selama enam jam pengamatan mulai 00.00 WIB sampai 06.00 WIB.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam pernyataan resminya seperti dikutip Antaranews, Rabu (10/4/2019) menyebutkan, empat gempa guguran selama periode tersebut amplitudonya 2-9 mm dengan durasi 11-49 detik.

Selain gempa guguran, BPPTKG juga mencatat satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 6 mm yang berlangsung selama 11 detik. Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah Merapi bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 20 meter di atas puncak kawah.

(Baca Juga: Gunung Merapi Luncurkan Dua Guguran Lava Pijar ke Arah Kali Gendol

Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah timur, selatan, dan barat daya. Suhu udaranya 15-21 derajat celsius dan kelembaban udaranya 66-85 persen dan tekanan udara 627.7-708.7 mmHg. Pada periode pengamatan selama enam jam itu, BPPTKG juga tidak mengamati adanya guguran lava.

Gunung Merapi 

Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau memantau media sosial BPPTKG.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini