Amien Rais Serukan People Power, Mahfud MD: Kita Punya Hukum Sendiri

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 10 April 2019 18:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 10 605 2041702 amien-rais-serukan-people-power-mahfud-md-kita-punya-hukum-sendiri-rrSI4nZPz0.JPG Mahfud MD di Kantor KPU RI, Jakarta (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA - Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD menyayangkan adanya rencana pengerahan massa dalam jumlah besar (people power) jika terjadi dugaan kecurangan dalam Pilpres 2019, sebagaimana yang diserukan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais.

Menurut dia, bila ada kelompok atau seseorang yang tidak puas dengan hasil pilpres, sebaiknya mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), tidak dengan cara seperti itu.

"Mekanisme hukumnya sudah tersedia, perangkat kelembagaannya sudah ada. Jadi, kita punya hukum sendiri," kata Mahfud di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).

Sebelumnya, Amien Rais mengancam akan menggerakkan massa bila terjadi kecurangan dalam pesta demokrasi lima tahunan itu. Ia mengatakan itu saat berorasi di kegiatan Apel 313 yang digelar di depan kantor KPU RI, Minggu, 31 Maret 2019 lalu.

"Kalau nanti terjadi kecurangan, kita enggak akan ke MK. Enggak ada gunannya, tapi kita people power, people power sah," ujar Amien kala itu.

Amien Rais

Lebih lanjut, Mahfud yang merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menilai, tuduhan terhadap KPU bakal melakukan penggelembungan suara ke salah satu paslon, sangat tidak berdasar. Sebab, penghitungan suara pilpres itu dilakukan secara manual dan diawasi oleh saksi yang berasal dari kedua paslon.

"Kalau people power itu kecurigaan mau menggerakkan people power itu karena KPU curang, ingin menyedot suara, itu kan sudah tidak mungkin. Dari mekanisme penghitungan suara, tidak mungkin," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini