nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesaksian Perwakilan Pendemo: Sempat Berfikir Penganiayaan Ratna Dilakukan Kubu 01

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 13:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 11 337 2042017 kesaksian-perwakilan-pendemo-sempat-berfikir-penganiayaan-ratna-dilakukan-kubu-01-s362Jfxw8t.jpg Ratna Sarumpaet

JAKARTA – Sidang terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet kembali digelar. Usai Kordinator Juru Bicara (Jubir) BPN Dahnil Anzar Simanjuntak menjadi saksi, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) turut menghadiri saksi lain.

JPU membawa jenderal lapangan aksi solidaritas mahasiswa untuk Ratna Sarumpaet, Harjono sebagai saksi. Dipersidangan Harjono mengatakan, bahwa dirinya sempat berfikir bahwa Ratna menjadi korban politik.

 Baca juga: Ini Penjelasan Dahnil soal Kasus Ratna Sarumpaet di Persidangan

"Karena pada waktu itu kami mikirnya (hubungannya) dalam konteks politik, jangan sampai adanya upaya destruktif konflik horizontal," kata Harjono selaku di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019).

Sebelum semuanya terungkap, dirinya sempat berfikir kekerasan kepada Ratna merupakan aksi perlawanan dari kubu 01 Jokowi-Ma’ruf. Atas alas an itu pula pihaknya melakukan demonstrasi.

"Pun pada waktu itu (kami duga) dilakukan kelompoknya 01, itu harus dihukum pada waktu itu. Karena kan framing dibangun seperti itu maunya bentrok saja," jelasnya.

 Baca juga: Heran Dahnil Dijadikan Saksi, Ratna Sarumpaet: Karena Ini Politik

"Jadi kami ingin diklarifikasi jangan sampai tindakan ini masuk ke politik melebar jangan sampai adanya upaya destruktif konflik horizontal," tambahnya.

Belakangan baru diketahui ternyata kasus pemukulan Ratna hanya bohong. Ratna kemudian mengklarifikasi bahwa berita penganiayaan terhadap dirinya itu bohong. Ratna mengaku mukanya lebam setelah menjalani operasi plastik. Akibatnya, hampir seluruh masyarakat tertipu olehnya.

 Baca juga: Pamer Salam 2 Jari, Ratna Sarumpaet Harap Pemilu Berjalan Lancar

Dalam perkara ini Ratna Sarumpaet didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 Ayat (2) juncto 45A Ayat (2) UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini