nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri: Angka Kriminal Jalanan Menurun 5,82 Persen Dibanding 2018

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 13 April 2019 11:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 12 338 2042756 polri-angka-kriminal-jalanan-menurun-5-82-persen-dibanding-2018-HgPQyidOd5.jpg Bandit jalanan diringkus polisi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Mabes Polri merilis data gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) periode Januari-Maret 2019. Hasilnya, ternyata mengalami tren penurunan dibanding tahun 2018 lalu.

Tahun ini tercatat, kejahatan konvensional atau jalanan terjadi sebanyak 61.572 kasus di seluruh Indonesia. Sedangkan, pada 2018 tercatat sebanyak 65.375 kasus. Angka ini menurun sebanyak 5,82 persen.

"Kasus yang ditangani seluruh kepolisian, kasus tersebut dibandingkan periode 2018 mengalami penurunan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat berbincang dengan Okezone belum lama ini.

Karopenmas Brigjen Pol Dedi Prasetyo

Sementara itu, Polda Metro Jaya melalui Tim Bandit menangkap 186 tersangka pelaku kejahatan jalanan. Operasi tersebut dilakukan dalam lima hari kerja, sejak 11 hingga 15 Maret 2019.

Dedi menambahkan, aksi bandit jalanan masih menjadi perhatian dan antisipasi tersendiri oleh aparat kepolisian. Mengingat, kejahatan semacam ini sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Kasus (kriminal) jalanan memang jadi perhatian publik hampir terjadi di seluruh Indonesia secara rata. Jenis kasus tersebut di Indonesia, di polda adalah kasus seperti kekerasan atau dikenal masyarakat jambret," tutur Dedi.

Infografis Bandit Jalanan

Apalagi, kata Dedi, kasus kejahatan jalanan sekarang ini pelakunya terbilang sadis. Mereka tak segan menghabisi nyawa korbannya dengan menggunakan senjata tajam maupun senjata api.

Jenderal bintang satu polisi ini menyebut, aksi penjambretan yang dialami oleh Ajeng Hendrathi dan Ria Nurhayati di Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu menjadi perhatian khusus bagi jajaran kepolisian.

"Terakhir adalah kasus penjambretan yang ojek online di Jakarta Selatan yang korbannya wanita yang pertahankan penumpangnya yang dijambret mengakibatkan korban meninggal dunia," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini