nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Bandit Jalanan Kerap Incar Perempuan sebagai Targetnya

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 13 April 2019 12:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 12 338 2042782 ini-alasan-bandit-jalanan-kerap-incar-perempuan-sebagai-targetnya-T1q5ozP4oN.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Kejahatan jalanan masih kerap mengintai masyarakat. Kasus kejahatan konvensional yang meliputi penjambretan dan begal masih meresahkan warga.

Kriminolog Universitas Borobudur, Edi Hasibuan meminta kepada aparat kepolisian untuk lebih memperkuat penjagaan dan patroli di ruas-ruas jalan untuk mengantisipasi para bandit beraksi.

"Perlu diharapkan polisi lebih banyak disebar lapangan khususnya daerah rawan untuk menghindari pelaku bandit jalanan," kata Edi saat berbincang dengan Okezone di Jakarta belum lama ini.

Mengenai bandit jalanan yang kerap menyasar perempuan sebagai korbannya, Edi berpandangan bahwa hal itu disebabkan oleh kaum hawa dinilai sebagai kaum lemah.

TKP Penjambretan di Rasuna Said

"Kalau perempuan itu kan lebih mudah ya, kalau lelaki itu bisa melawan. Jadi, (perempuan) ya cenderung pasrah," tutur Edi.

Direktur Eksekutif Lembaga Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) ini juga menjelaskan, khusus untuk kaum ibu, perlu diwaspadai agar tidak bepergian seorang diri di malam hari dan tempat sepi yang gelap. Selain itu, perempuan juga diimbau tidak mengenakan perhiasan mencolok.

Hal itu dikarenakan bisa memancing pelaku kejahatan jalanan untuk beraksi. Mengingat, kejahatan bisa terjadi karena adanya kesempatan.

Infografis Bandit Jalanan

Edi menuturkan, setiap wilayah bisa berpotensi terjadi kejahatan jalanan. Oleh sebab itu, Edi mengimbau polisi harus bisa menyebar personelnya di seluruh tempat yang dianggap berpotensi rawan kejahatan.

"Jadi gini, kejahatan itu seperti teori balon saat polisi lakukan pengawasan di satu tempat maka kejadian bisa saja di tempat lain," katanya menandaskan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini