nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Caleg Perindo Balikpapan: Sosialisasi bagi Pemilih Manula Harus Sabar dan Dibantu Keluarga

Amir Sarifudin , Jurnalis · Sabtu 13 April 2019 11:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 13 340 2042999 caleg-perindo-balikpapan-sosialisasi-bagi-pemilih-manula-harus-sabar-dan-dibantu-keluarga-kw5sBKk6yV.jpg Caleg Perindo dapil Balikpapan Selatan, Yuli Shinta Noviyanti melakukan sosialisasi kepada pemilih. (Foto: Amir Sarifuddin/Okezone)

BALIKPAPAN – Pada 17 April 2019 mendatang, Indonesia untuk pertama kalinya akan melangsungkan pemilihan umum serentak untuk memilih pemimpin negara dan wakil rakyat dari mulai dari tingkat DPR sampai DPRD kota/kabupaten. Lima surat suara yang harus dicoblos dalam pemilu mendatang dinilai dapat menjadi kendala bagi masyarakat, terutama kalangan manula dan buta huruf.

Caleg Perindo Kota Balikpapan dapil Balikpapan Selatan nomor urut 1, Yuli Shinta Noviyanti melihat kendala itu saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat bagi kalangan manula dan buta huruf. Perlu kesabaran dan berulang-ulang dalam memberikan pemahaman kepada pemilih tersebut agar suara yang diberikan tidak sia-sia atau tidak sah.

Menurutnya, caleg harus mampu memberikan pemahaman dengan membimbing secara sabar dan terus menerus kepada kalangan manula dan pemilih buta huruf. Dia mengatakan bahwa selain dengan cara sosialisasi dari pintu ke pintu dari, pihak keluarga juga harus membantu secara terus menerus memberikan pemahaman tersebut.

“Lima surat suara itu ada presiden, DPD, DPR RI, DPRD provinsi sampai DPRD kota/kabupaten. Keluarga harus ikut bantu terus bahkan kami dari pintu ke pintu untuk sosialisasi cara pencoblosan,” kata Yuli.

Dia menambahkan bahwa masih banyak masyarakat yang bingung dengan banyak surat suara dan banyak nama caleg partai tanpa foto.

“Ada 16 partai yang ikut banyak nama caleg ikut berkompetisi. Jadi harus terus dan rajin menyebutkan ini bolak-balik,” katanya.

“Ini jadi kendala yang harus kita perjuangkan bagi mereka agar suaranya tidak sia-sia karena bagi mereka ini sulit sekali mengedukasi kalau hanya sekali-kali saja. Harus betul-betul keluarga bantu kalau boleh kami berulang-ulang menyampaikan itu untuk mengingatkan kembali,” ujarnya.

Dalam sosialisasinya, Yuli menemukan La Amo, seorang calon pemilih yang buta huruf. Warga Sepinggan berusia 70 tahun itu mengakui bahwa pemilu kali ini lebih sulit dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya.

“Banyak kertas suaranya ada 5. Saya paling ingatnya nomor-nomornya aja,” kata La Amo saat ditemui bersama cucunya.

Meski ada edukasi secara singkat dan tidak dilakukan secara khusus bagi sosialisasi kepada manula dan buta huruf, La Amo mengaku senang dengan program yang dimiliki Perindo dan calegnya.

“Ya jadi tau apa saja yang dilakukan. Sekarang saya kenal dengan Bu Yuli. Nanti saya pilih dia pas pemilihan,” tuturnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini