Hasto Bilang Ada yang Bangun Persepsi Masifnya Money Politics di Masa Tenang

Muhamad Rizky, Jurnalis · Minggu 14 April 2019 17:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 14 605 2043427 hasto-bilang-ada-yang-bangun-persepsi-masifnya-money-politics-di-masa-tenang-qVI4CuRSwG.jpg Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto (Foto: Rizky/Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menanggapi video mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang berbicara soal money politik dalam Pemilu 2019.

Hasto mengatakan, ada upaya untuk membangun persepsi publik bahwa terjadi money politik secara masif di dalam pemilu kali ini yang dilakukan mantan pimpinan KPK itu.

"Kami menanggapi khusus upaya di dalam masa hari tenang ini. Ada yang membangun persepsi khusus tentang masivitas money politics," kata kata Hasto di Media Center Jokowi-Ma'ruf, Cemara, Minggu (14/4/2019).

Padahal, kata Hasto, tidak semua orang bisa mendapatkan data dari PPATK yang bersifat rahasia.

Namun, Hasto tidak secara gamblang menjelasakn apakah video Bambang Widjojanto itu yang membicarakan soal money politik yang merugikan pihaknya. Kendati begitu menurutnya money politik sendiri merupakan persoalan bersama.

"Money politics itu merupakan bagian dari penyakit demokrasi yang harus kita atasi dengan cara regulasi kedisiplinan. Tapi adanya penggiringan opini tentu saja itu tidak siap," kata dia.

Sekedar diketahui, video yang dimaksud oleh Hasto yang diunggah di Youtube pemilik akun bernama Valid News.

Dalam video berdurasi 7 menit 55 detik itu terlihat Bambang berbicara soal money politik. Menurutnya PPATK menyebut ada perputaran uang yang besar disekitar Pemilu 2019. Kata Bambang, hal yang sama juga diungkapkan oleh Bawaslu yang menyebut ada 30 kasus politik uang yang sedang diperiksa.

"Kalau dilihat dari cover areanya (politik uang terjadi) luar biasa bukan hanya di Jakarta tapi juga di Jawa Tengah, Kalimantan, Maluku, Jogja, Gorontalo, Papua, Bangka Belitung, Sumatra Barat, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur," tutur Bambang.

Bambang menyebut ada modus baru politik uang dalam Pemilu. Hal itu kata Dia diungkapkan sendiri oleh Bawaslu dan diperkuat oleh PPATK. "Salah satu modus barunya adalah membagikan asuransi kecelakaan atau kesehatan kepada masyarakat," ujar Bambang.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini