nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kementan: Bahan Bakar B100 Lebih Hemat Dibanding Solar

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Senin 15 April 2019 13:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 15 1 2043691 kementan-bahan-bakar-b100-lebih-hemat-dibanding-solar-hmvGTfjNrA.jpeg Foto: Abu Sahma Pane/Okezone

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Soft Launching Uji Coba Perdana B100 di Jakarta, Senin (15/4/2019). Uji coba ini dilakukan setelah sebelumnya memperkenalkan penggunaan B15, B20, dan B30 ke publik.

"Sebenarnya kita sudah mulai dua tiga tahun lalu dengan B15, B20, dan B30. Tapi arahan Presiden (Joko Widodo) kita langsung melompat ke B100," ujar Mentan Andi Amran Sulaiman.

Bahan bakar B100 sendiri sudah digunakan oleh sejumlah kendaraan dinas Kementan. "Sampai Kilometer 6.000, mobil tidak ada masalah," tuturnya.

Sementara hari ini bahan bakar B100 yang berbahan sawit diuji coba lagi untuk 50 kendaraan dan alat pertanian di Kementan. Amran mengatakan pengunaan B100 lebih hemat dibanding solar. Jika 1 liter solar yang digunakan mobil hanya bisa menempuh 9,6 Km, B100 bisa menempuh 13,1 Km.

 

"Kemudian B100 ini tidak menghasilkan asap. Jadi lebih sehat," tambahnya sambil mengisi bahan bakar mobil dinas Kementan.

Ke depannya, kata Amran, alat-alat pertanian berupa traktor dan lainnya mesti pakai B100. Kementan sendiri sudah mengirim surat ke pabrikan agar menyesuaikan produksinya dengan bahan bakar B100.

Meski begitu pemerintah baru bisa memproduksi B100 sekira dia atau tiga tahun lagi. Sebab proses untuk komersil melibatkan banyak pihak.

Di sisi lain hal ini menunjukan kesiapan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Sebab penggunaan sawit untuk bahan B100 membuat pemerintah bisa mengontrol harga eksor-impor sehingga berujung peningakatan harga di level petani.

 

Misalnya jika harga sawit dunia tak menarik bagi petani, maka hasil panen mereka bisa diserap dengan harga yang kompetitif untuk dijadikan B100. Sementara jika harga ekspor naik, maka itu bisa jadi pilihan petani.

Penggunaan sawit untuk B100 sendiri sekaligus menjadi cara Indonesia melawan black campaign Eropa terhadap energi baru terbarukan ini.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini