nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Siap Ekspor Mobil Desa Buatan Anak Bangsa

Mufrod, Jurnalis · Senin 15 April 2019 19:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 15 15 2043874 indonesia-siap-ekspor-mobil-desa-buatan-anak-bangsa-dlAchcV5VD.jpg Mobil desa AMMDes (foto: Ist)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi mengungkap akan melakukan ekspor Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) atau mobil desa perdananya ke beberapa negara di Asia Negara (Asean).

Mobil buatan anak bangsa yang dikembangkan PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia, dinilai layak ekspor karena telah teruji memiliki daya jelajah dan durability baik serta ketangguhannya melibas berbagai medan di jalan ekstrim desa-desa.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Andika, menyebut mobil ini memiliki kemampuan yang sangat baik untuk digunakan di jalan ekstrim yang tidak memiliki infrastruktur baik.

 

"Ini potensial ekspor, karena mobil sejenis ini tidak ada di dunia. Ini ide luar biasa yang dikembangkan KMWI sehingga bisa mengisi pasar yang kosong. Minatnya banyak, salah satunya Timor Leste," ujarnya, dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (14/4/2019).

Selain ketangguhan AMMDes mobil desa ini memiliki fungsionalitas tinggi untuk mendukung kebutuhan akan kendaraan angkut serta multiguna yang tidak dimiliki oleh jenis mobil pedesaan lainnya.

 

Mengacu pada data riset Kemenperin di Sukabumi dan juga Cianjur, Jawa Barat, rata-rata ongkos angkut hasil bumi ke kota menghabiskan dana sekitar Rp1,7 juta per bulan. Hal itu disebabkan oleh kecilnya ruang pengangkutan, maklum selama ini para petani menjual hasil taninya ke Kota menggunakan sepeda motor.

Sehingga jarak pengangkutan jadi “terlihat” lebih jauh, karena petani harus bolak-balik mengantar dan menjemput kembali hasil taninya. Namun dengan menggunakan AMMDes, ongkos kirim menyusut menjadi Rp900 ribu-an.

“Itu mengapa dalam AMMDes 2nd Summit akan kita undang seluruh stakeholder, karena kita ingin benar-benar membantu masyarakat dan mengubah pandangan masyarakat tentang teknologi. Ditambah konsep membangun dari desa juga sesuai dengan Nawacita pemerinta yang ingin mengurangi kesenjangan antar wilayah melalui penguatan konektvitas dan kematiriman,” pungkas Puji.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini