nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perempuan Cantik Itu Hanya Tertunduk Malu Usai "Digarap" KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 15 April 2019 17:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 15 337 2043816 perempuan-cantik-itu-hanya-tertunduk-malu-usai-digarap-kpk-zjszhkXFlz.JPG Siesa Darubinta (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA - Siesa Darubinta, seorang perempuan cantik yang sempat diamankan saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap mantan politikus Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso rampung‎ diperiksa oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (15/4/2019) sore.

Pantauan Okezone, Siesa demikian dia karib disapa, rampung diperiksa sebagai saksi sekira pukul 16.30 WIB. Saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, wanita berambut hitam kepirang-pirangan itu enggan bicara sepatah katapun perihal pemeriksaannya hari ini.

Dia tampak tertunduk malu saat wajahnya diabadikan oleh banyaknya pewarta foto di sana. Gadis itu terus berjalan menunduk sambil bersembunyi di belakang punggung pengacaranya sembari bergegas menuju mobil yang akan ditumpanginya.

Pemeriksaan terhadap Siesa hari ini merupakan penjadwalan ulang dari panggilan sebelumnya. Siesa mangkir alias tidak hadir saat dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret Bowo Sidik, pada Jumat 12 April 2019.

Diketahui sebelumnya, Siesa sempat diamankan di sebuah apartemen, di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, pada Rabu 27 Maret 2019 lalu sekira pukul 20.00 WIB. Siesa juga sempat dibawa ke kantor lembaga antirasuah untuk diperiksa sebagai saksi sebelum akhirnya dilepas kembali pada Kamis, 28 Maret 2019, malam.

Saat itu, tim KPK sedang mencari keberadaan Bowo yang diduga sedang berada di Apartemen tersebut. Namun, Bowo melarikan diri saat mengetahui adanya keberadaan tim KPK di apartemen tersebut.

Jubir KPK Febri Diansyah

Alhasil, tim mengamankan Bowo Sidik di kediamannya di daerah Cilandak, Jakarta Selatan, sekira pada Kamis, 28 Maret 2019, dini hari sekira pukul 02.00 WIB. Bowo langsung dibawa ke kantor KPK dan dilanjutkan dengan pemeriksaan intensif

Terkait dengan peran Siesa dalam perkara ini, Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, Siesa dalam OTT itu diamankan dalam kapasitasnya sebagai saksi. Siesa diamankan oleh tim KPK karena sebelumnya Bowo disinyalir sempat mampir ke Apartemen wanita cantik tersebut.

"(Siesa diamankan) karena dibutuhkan keterangannya terkait keberadaan BSP‎. Karena diduga BSP sebelumnya ada di sana (apartemen Siesa)," kata Febri.

KPK sendiri telah menetapkan Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka. Politikus Golkar tersebut ditetapkan tersangka penerima suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Selain Bowo Sidik, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung yang diduga juga sebagai pihak penerima suap. Sedangkan satu tersangka lainnya adalah Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti, yang diduga sebagai pihak pemberi suap.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

Bowo disinyalir menerima suap karena telah membantu PT Humpuss agar kapal-kapal milik PT Humpuss digunakan kembali oleh PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) untuk m‎engangkut pendistribusian pupuk. Sebab, kerjasama antara PT HTK dan PT PILOG telah berhenti.

Bowo Sidik diduga‎ bukan hanya menerima suap dari PT Humpuss, tapi juga dari pengusaha lainnya. Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yakni sekira Rp8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.

KPK sendiri telah menyita uang sebesar Rp8 miliar dalam 82 kardus dan dua boks. 82 kardus serta dua boks tersebut berisi uang pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu dengan total Rp8 miliar yang sudah dimasukkan kedalam amplop berwarna putih.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini