nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taklukkan Lintasan Maze Solving, Siswa Kelas 5 SD Juarai Kompetisi Robotik IYRC 2019

Hambali, Jurnalis · Senin 15 April 2019 07:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 15 65 2043545 taklukkan-lintasan-maze-solving-siswa-kelas-5-sd-juarai-kompetisi-robotik-iyrc-2019-bpbbpSapB0.jpg Ilustrasi Juara (Foto: thropiesunlimitted)

TANGERANG - Sebanyak 500 peserta yang berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA mengikuti kompetisi Indonesian Youth Robot Competition (IYRC) 2019, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Mereka bersaing satu sama lain untuk memperebutkan gelar juara pada sejumlah kategori yang diperlombakan.

Salah satu peserta kompetisi IYRC tahun ini adalah Imran (10), siswa kelas 5 SD muhammadiyah Pamulang. Dia mengikuti lomba dalam kategori Maze Solving, dimana robot yang telah diprogram para peserta diharuskan menaklukkan track lintasan yang telah dipersiapkan panitia.

Kemampuan Imran dalam memprogram serta mengoperasikan robotnya sulit tertandingi oleh peserta lain. Padahal, pesaingnya merupakan siswa tingkat SMP dan SMA. Hingga akhirnya, Imran kembali menambah catatan prestasi dengan meraih medali emas IYRC berkategori Maze Solving.

Diketahui pada IYRC tahun sebelumnya, Imran berhasil menyabet 2 medali emas sekaligus untuk kategori Drone Coding dan Creative Robotic. Putra dari pasangan Faisal dan Ni'matul Aini itu pun pernah pula mendapat medali silver dalam perlombaan internasional di Thailand, bahkan meraih medali emas di Singapura dengan kategori Brick Speed.

Baca Juga: Transplantasi Rahim Dibantu Robot, Ini Perempuan Pertama yang Berhasil Hamil dan Melahirkan

Sang ibu, Ni'matul Aini, nampak setia mendampingi Imran mengikuti perlombaan yang tengah berlangsung. Dia sempat menuturkan kepada Okezone, bahwa prestasi putranya itu kini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga.

"IYRC tahun 2018 kemarin dia dapat 2 medali emas, dan 1 perunggu untuk kategori Coding Mission Save Forest.Terus kalau tingkat internasionalnya itu waktu di Thailand, dia dapat perak, dan di Singapura waktu itu dapat emas," katanya, Senin (15/4/2019).

Diungkapkannya, pihak keluarga sangat berharap Imran bisa terus mengasah kemampuan dan skill hingga kembali mengarungi lomba skala internasional. Sayangnya keinginan itu sedikit terhambat, lantaran biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti kompetisi di luar negeri tak sedikit.

"Mudah-mudahan nanti ada jalan keluarnya. Yang pasti kita ingin kemampuan anak ini tetap terus berkembang," jelas Aini.

Perlombaan IYRC 2019 telah memasuki tahun kelima. Perhelatan kali ini bertema "My Robot Helps Us", yang terselenggara atas kerjasama Sinar Mas Land, Asian Robotic Competition Committee, serta Racer Robotic. IYRC sendiri merupakan salah satu agenda menuju kompetisi robotic kelas dunia International di Korea Selatan, pada Agustus 2019 mendatang.

robt

Sementara Ketua Indonesia Youth Robotic Association (IYRA), Firdiansyah, memaparkan, bahwa setiap tahunnya hampir sekira 50 siswa yang diajak berkompetisi di tingkat internasional. Namun dia mengakui, segala biaya masih ditanggung secara swadaya oleh peserta.

"Setiap tahun 50 siswa yang kita bawa. Itu memang terkendala pembiayaan. Tapi sebenarnya, setiap pulang dari perlombaan di luar sana, contoh saja kemarin dari Beijing, anak-anak justru balik modal bahkan lebih. Karena dikasih uang saku segala macam dari panitia di sana," jelasnya.

Dia pun berharap, perlombaan tingkat nasional semacam IYRC bisa mendorong para siswa di tingkat SD, SMP hingga SMA terus berakselerasi di bidang Science Technology, Engineering dan Math (STEM). Dengan begitu secara otomatis, bisa mengasah kemampuan berpikir logis pada anak-anak karena mereka ditantang untuk memiliki kreativitas serta menjadi problem solver.

"Mereka ada kegiatan robotik di sekolahnya masing-masing. Sebagian kita bina, sebagian mengembangkan sendiri. Kemudian mereka yang tertarik di kompetisi, maka kita libatkan di sini, tiap sekolah rata-rata mengirim 10 siswanya. Suasana ini yang terus kita dorong, agar kemampuan berpikir logis mereka dapat berkembang luas," tukasnya.

Ingin mengasah kemampuan ujian? Klik Try Out Online UTBK SBMPTN Okezone secara gratis di sini.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini