Penjelasan KPU soal Hasil Exit Poll Pemilu di Luar Negeri

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 14:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 16 605 2044175 penjelasan-kpu-soal-hasil-exit-poll-pemilu-di-luar-negeri-p42xfKngk1.jpeg Komisioner KPU, Viryan Aziz. (Foto : Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan exit poll tidak menggambarkan hasil pemilu seutuhnya. Pasalnya, beredar hasil exit poll di luar negeri di media sosial.

Dari tiga metode pemungutan surat suara di luar negeri, hanya satu metode saja yang dapat dilakukan exit poll, yakni metode memilih langsung di TPS.

Exit poll sendiri dilakukan dengan survei wawancara tatap muka yang dilakukan terhadap pemilih yang baru saja menyalurkan hak pilihnya di bilik suara. Pelaksanaan Pemilu di luar negeri sudah dimulai sejak 8 April hingga 14 April 2019. Namun, perhitungan suaranya akan dimulai secara serentak pada 17 April 2019.

Sebelumnya, KPU sudah memperkenankan lembaga survei untuk melakukan exit poll di TPS, tetapi diatur secara ketat.

"Yang kami atur adalah exit poll di dalam negeri. Sudah diatur demikian. Dua jam setelah pencoblosan selesai," ujar Komisoner KPU RI Viryan Azis di KPU RI, Jakarta, Selasa (15/4/2019).

Penjelasan Viryan mengacu pada ketentuan dalam Pasal 449 Ayat 5 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu (UU Pemilu).

Sementara itu, Komisioner KPU lainnya, Ilham Saputra mengatakan, belum mendapatkan laporan soal rilis hasil Pemilu luar negeri lewat metode exit poll tersebut, sehingga enggan berkomentar lebih jauh. Terlebih, KPU tidak mengatur hal tersebut.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra. (Foto : Fadel Prayoga/Okezone)

"Saya belum dapat laporan. Enggak mau spekulasi (karena-red) belum dapat laporannya. No comment," kata Ilham.

Sebelumnya, beredar sejumlah hasil. Di Singapura, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin memperoleh 69,86%, sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 21,24%. Sementara untuk parpol, PSI 19,8%, PDIP 16,8%, dan PKB 12,5%.

Di Melbourne Australia, Jokowi-Ma’ruf memperoleh 80,91%, Prabowo-Sandi 10,91%. Sementara untuk parpol PSI 39,09 %, PDIP 24,55 %, dan sebanyak 20,00 % menyatakan tidak jawab/rahasia.


Baca Juga : Perjuangan KPU Tembus Hutan Demi Distribusi Logistik Pemilu di Papua

Di Berlin, Jerman, paslon nomor urut 01 79,3%, Prabowo-Sandi 11,2%. Untuk parpol, PSI 31,9%, PDIP 18,1%, dan rahasia/tidak jawab 12,1%.

Di Sydney, Australia, Jokowi-Ma’ruf 80,83%, Prabowo-Sandi 12,50%, dan 6,67% lainnya menyatakan rahasia atau tidak menjawab. Untuk parpol, PDIP 20,83%, PSI 30,83%, tidak jawab/rahasia 35%.

Sementara exit poll di Toronto Amerika Serikat, Jokowi-Ma’ruf 76,7%, sedangkan kompetitornya 7,8%. Sebanyak 15% lainnya tidak menjawab. Sementara PDIP mendapat 22,4%, PSI 50,9%, dan yang menyatakan rahasia sebesar 19%.


Baca Juga : Besok Prabowo Nyoblos di Hambalang, Sandiaga di Kebayoran Baru

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini