nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaksanaan UTBK Untungkan Calon Mahasiswa

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 10:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 16 65 2044061 pelaksanaan-utbk-untungkan-calon-mahasiswa-RaIrqdZcWk.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dinilai menguntungkan para calon mahasiswa. Selain memberikan transparansi, juga meningkatkan efisiensi mekanisme seleksi penerimaan calon mahasiswa dan meminimalkan potensi drop out.

UTBK juga mampu memperkecil potensi kecurangan karena pelaksanaannya menggunakan komputer dan sistem soal yang berbeda-beda. Hal itu disampaikan peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Krishnamurti. Dengan mengizinkan calon mahasiswa mengetahui kemampuan akademis dan skolastika, mereka dapat terbantu untuk mengenali minat dan bakat mereka sehingga dapat mengambil keputusan dengan lebih baik mengenai program studi atau perguruan tinggi negeri (PTN) yang akan mereka tuju. Sistem penerimaan di PTN juga akan lebih mudah dan relatif terhindar dari kecurangan karena menggunakan sistem teknologi informasi (TI).

Baca Juga: Ujian Tulis Berbasis Komputer Transparansi Masuk PTN

“Seharusnya penerapan sistem ini akan membuat pelaksanaan UTBK lebih cepat dan mudah. Namun, pemerintah harus memastikan infrastruktur TI-nya sudah siap di semua tempat pelaksanaan ujian. Satu hal lagi yang harus dipastikan adalah kesiapan sumber daya manusia yang mengawal jalannya ujian ini,” katanya di Jakarta kemarin. Selain itu, peserta ujian dapat mengulang ujian hingga dua kali. Hal ini memberikan mereka kesempatan untuk mendaftarkan diri di PTN/program studi tujuan dengan nilai yang lebih baik. Ini tentu membuka kesempatan yang lebih lebar bagi calon mahasiswa untuk bersaing dengan kemampuan terbaiknya. Melakukan ujian dengan metode paperless (berbasis komputer) seperti ini, lanjut Indra, akan mengurangi beban peserta ujian. Sistem ujian tertulis yang menggunakan lembar jawaban komputer (LJK) bisa jadi sebuah stressor bagi peserta ujian, karena aktivitas mengarsir lingkaran cukup menguras energi.

utbk

Sistem paperless ini lebih ramah lingkungan dan hemat kertas. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir menjelaskan, simulasi soal yang dibuat panitia membuat setiap peserta ujian mendapat soal berbeda agar praktik mencontek pun dapat ditekan. “Soal disimulasi dengan begitu ketat sehingga masing-masing orang akan punya soal berbeda-beda,” katanya . Pelaksanaan UTBK menggunakan soal-soal ujian yang dirancang sesuai kaidah akademik untuk memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi. UTBK gelombang pertama diikuti oleh 698.505 peserta dan gelombang kedua 597.115 peserta.

(Neneng Zubaidah)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini