nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Georgerr Martin, Bapak Serial "Game of Thrones"

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 11:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 16 65 2044077 georgerr-martin-bapak-serial-game-of-thrones-RR4BHZRPmK.jpg Foto: Koran Sindo

GEORGERR Martin, penulis 70 tahun di belakang serial Game of Thrones (GoT), menciptakan dunia fantasi masa lalu dengan perang dan adegan penuh darah. Serial tersebut sukses dan mendunia. Apa kuncinya? Dengan janggut putih, kacamata, dan topi pet, Martin digambarkan sebagai Tolkien Amerika . Ketika remaja, dia mengaku terinspirasi The Lord of the Rings (LotR).

Tidak mengherankan jika GoT memiliki banyak sekali unsur dari Lo t R . Martin memiliki imajinasi luar biasa. Dia tumbuh miskin, tetapi imajinasinya jauh lebih luas dibanding anak-anak seusianya. Termasuk, lewat karya lima novel A Song of Ice and Fire yang kemudian menjadi G oT . Dia lantas menjadi novelis terkaya versi majalah Forbes . Pada 2016, dia dinobatkan sebagai penulis dengan bayaran tertinggi ke-12.

GoT adalah buku tentang keluarga bangsawan/kerajaan yang bersaing memperebutkan takhta besi atau Iron Throne . Bedanya, kisahnya penuh dengan kekerasan dan seks. Buku-buku tersebut dirilis antara 1996-2011 dan sudah laris sebelum diadaptasi untuk televisi. “Keahliannya sebagai penulis narasi melebihi hampir semua novelis sastra yang menulis hari ini,” tulis majalah Time pada 2011. Martin memulai seri pertama pada 1991 untuk membuat karya yang sama besarnya dengan imajinasinya. Pada pertengahan 1980-an, dia telah bekerja sebagai penulis skenario televisi Hollywood, termasuk di The Twilight Zone dan Beauty and the Beast . Reaksi studio terhadap draf pertamanya adalah pesimisme.

games

“George, kami menyukainya, tapi ini lima kali lipat dari anggaran kami. Pertempuran besar yang Anda miliki, di mana ada 10.000 orang di satu sisi, terlalu besar. Buatlah duel antara pahlawan dan penjahat,” katanya kepada Time . Dia bisa meninggalkan batasan seperti itu ketika mendedikasikan dirinya untuk menulis novel GoT dari pertengahan 1990-an. Tetapi, hal itu tidak dilakukannya. “Saya akan memiliki semua karakter yang saya inginkan, kastil raksasa, serta naga dan serigala yang mengerikan, ratusan tahun sejarah, plot yang sangat kompleks, dan itu baik-baik saja karena itu adalah buku,” ucapnya.

Seri novel pertama A Game of Thrones diterbitkan pada 1996. Dia pikir saat itu bukunya tidak akan bisa diwujudkan ke layar kaca. Sampai akhirnya sutradara dan penulis David Benioff dan DB Weiss mendekatinya pada 2006. GoT lantas diluncurkan di HBO lima tahun kemudian. George si Jenius Martin dianggap sebagai jenius yang gila. “Serial ini tidak mungkin terwujud tanpa kejeniusan dan kegilaan George,” kata Benioff pada 2018 ketika menerima salah satu dari 47 Piala Emmy. Diterjemahkan dalam 47 bahasa, buku-buku itu telah terjual lebih dari 85 juta kopi dan para penggemar tidak sabar dengan novel ke-6 dan ke-7 yang dijanjikan sejak 2011. Popularitas GoT yang sangat besar dan mendunia tentu saja menjadikan beban bagi Martin.

“Saya sangat sadar saya harus melakukan sesuatu yang hebat. Berusaha melakukan sesuatu yang hebat adalah beban yang harus ditanggung,” katanya. Siapa pun Bisa Mati George Raymond Richard Martin lahir pada 20 September 1948 di Bayonne, New Jersey. Ayahnya bekerja sebagai buruh pelabuhan. “Kami miskin,” katanya kepada PBS pada 2018. “Kami tidak pernah pergi ke mana pun pada musim panas. Kami hanya tinggal di tempat lama yang sama. Tetapi, buku membawa saya ke mana-mana,” tuturnya. Pada usia 13 tahun, dia menjadi ketagihan dengan buku The Lord of the Rings karya JRR Tolkien.

games

Dia belajar dari kematian Gandalf, berarti kematian mendadak karakter-karakter utama dan itu adalah twist yang dapat bekerja. “Begitu Anda membunuh Gandalf, ketegangan menjadi seribu kali lebih besar karena sekarang siapa pun bisa mati,” katanya kepada PBS . Keunikan GoT adalah sebagian besar karakter dibunuh secara kejam sehingga tidak ada karakter yang aman. Sebagai seorang anak, dia menulis cerita monster, menjualnya kepada teman-teman dengan harga murah. Martin lulus Jurusan Jurnalisme Universitas Northwestern di Illinois pada 1971. Martin tertarik dengan kisah dan mitos abad pertengahan.

Pada 1970, tulisannya mulai dipublikasikan dan mendapatkan banyak sekali penghargaan. Beberapa di antaranya A Song for Lya (1976), kisah fantasi misteri Armageddon Rag (1983), horor Nightflyers (1985), dan seri superhero Wild Cards (1987). Saat ini dia tinggal di Santa Fe, New Mexico, bersama istri keduanya, Parris McBride, sejak 2011.

Ingin mengasah kemampuan ujian? Klik Try Out Online UTBK SBMPTN Okezone secara gratis di sini.

(Danang Arradian)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini