nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

18 Universitas Dilibatkan Tingkatkan Kualitas Birokrasi Pemerintah

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 19:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 16 65 2044320 18-universitas-dilibatkan-tingkatkan-kualitas-birokrasi-pemerintah-3G5ysPUAGn.jpg Menpan-RB Syafruddin (Foto: Humas PANRB)

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menjalin kerjasama dengan 18 universitas terkemuka di Indonesia untuk menyelesaikan program reformasi birokrasi hingga 2024. Tujuannya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dengan mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

"Ke depan tulang punggung pelaksanaan dan perluasan SAKIP akan melibatkan universitas," ungkap Menteri PANRB Syafruddin, dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Syafruddin mengatakan, penerapan SAKIP untuk berbagai kementerian, lembaga dan pemerintah daerah agar dapat mempertanggungjawabkan setiap Rupiah dari anggaran yang digunakan.

Institusi pemerintahan sudah tidak boleh lagi hanya mempertimbangkan besaran realisasi fisik dan serapan anggaran saja. Tetapi juga harus memikirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat dari penggunaan anggaran tersebut.

Baca Juga: UTBK-SBMPTN 2019 di Akhir Pekan, 3 Kesalahan Ini Jangan Diulang

"Artinya kami mendesak instansi pemerintah untuk meningkatkan efektivitas keberadaan mereka bagi masyarakat dan pembangunan nasional," ujar Syafruddin.

Di sisi lain, Syafruddin yang juga Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan peringkat Unhas dalam peringkat universitas tingkat Asia dan dunia.

"Saya sangat concern dengan peringkat Unhas di level internasional agar dapat meningkat lagi. Sebagai salah satu universitas sentral di Indonesia Timur, Unhas harus dapat menjadi perhatian internasional," ujar Syafruddin.

Baca Juga: Mau Sukses Jalani UTBK-SBMPTN 2019? Ini Bocoran Menristekdikti

Terkait hal tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan akreditasi internasional dan perbaikan akreditasi laboratorium di Universitas Hasanuddin. "Harus dicarikan strategi yang tepat untuk memperbaiki akreditasi internasional. Mungkin melakukan kerjasama dengan universitas ternama di luar negeri agar dapat menjalankan program double degree dan mengundang beberapa dosen luar negeri untuk mengajar di Unhas," ujar Syafruddin.

Kerjasama dengan beberapa universitas merupakan salah satu strategi yang harus dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Syafruddin menceritakan pengalamannya saat menjadi Kalemdiklat Polri dengan melakukan kerjasama hingga ke 33 negara.

"Hasilnya bisa kita lihat kualitas SDM Polri sangat baik saat ini. Bahkan sekarang setidaknya 100 anggota polri sedang belajar di UK," ungkap Mantan Wakapolri ini.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini