nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Para Ahli Menyebut Restorasi Notre-Dame Perlu Waktu Puluhan Tahun

Agregasi VOA, Jurnalis · Kamis 18 April 2019 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 18 18 2045010 para-ahli-menyebut-restorasi-notre-dame-perlu-waktu-puluhan-tahun-MawLB5OuRl.jpg Gereja Katedral Notre-Dame di Kota Paris, Prancis, pasca-terbakar. (Foto: AP)

PARIS — Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Selasa 16 April 2019 menetapkan target untuk membangun kembali Katedral Notre-Dame yang hancur karena kebakaran dalam waktu lima tahun. Dalam pidato yang disiarkan melalui siaran televisi, Macron mengatakan Prancis adalah negara pembangun, dan dengan partisipasi semua orang, rencana itu dapat dilaksanakan.

Namun, para ahli restorasi bangunan-bangunan bersejarah memperingatkan akan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mengantarkan gereja itu kembali ke kemegahan sebelumnya.

Berita mengenai kebakaran Notre-Dame bergema di seluruh dunia. Bagi banyak orang, penanda khas Kota Paris itu lebih dari sekadar simbol keagamaan.

Yoshihide Suga, sekretaris Kabinet Jepang, menyampaikan komentarnya, "Katedral Notre-Dame adalah situs warisan dunia UNESCO, dan kerusakannya merupakan kehilangan bagi dunia, dan hati kita merasa pilu."

(Baca juga: Presiden Prancis Berharap Perbaikan Katedral Notre-Dame Selesai dalam Lima Tahun)

Sementara Oleg Shein, anggota Parlemen Rusia, mengatakan, "Kerusakan itu merupakan pukulan serius bagi warisan sejarah dan budaya semua umat manusia dan bagi rakyat kita sebagai anggota umat manusia."

Bill Shorten, pemimpin oposisi Australia, menuturkan, "Notre-Dame adalah ikon global."

Menanggapi ajakan Presiden Prancis Emmanuel Macron, janji sumbangan dari para donatur untuk membantu pembangunan kembali katedral itu telah mencapai hampir USD800 juta hanya sehari setelah api menghancurkan bagian bangunan yang terbuat dari kayu ek dan merobohkan menaranya tersebut.

Dalam pidatonya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan tekadnya. "Kita akan membangun kembali Katedral Notre-Dame menjadi lebih indah, dan saya ingin ini tercapai dalam lima tahun. Kita bisa melakukannya," ucapnya.

Tetapi para ahli restorasi gedung-gedung bersejarah mengatakan akan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk menyelesaikan proyek ini. Eric Fisher adalah kepala yayasan yang bertanggung jawab untuk pemeliharaan katedral dari abad pertengahan di Strasbourg.

Dia menerangkan, "Secara pribadi, saya akan mengandalkan beberapa dekade daripada beberapa tahun dalam hal pengerjaannya. Diagnosis awal akan sangat penting karena hal itu akan menentukan apa yang telah hancur, dan apa yang bisa dilestarikan. Langkah selanjutnya adalah membuat pilihan restorasi bahkan sebelum pekerjaan rekonstruksi dimulai."

(Baca juga: Jaksa Paris: Tak Ada Tanda-Tanda Pembakaran Sengaja di Kebakaran Katedral Notre-Dame)

Francis Maude –yang juga seorang arsitek dan bekerja untuk proyek restorasi Kastil Windsor setelah terbakar pada 1992– mengatakan, menemukan tukang batu, seniman lukis kaca, dan tukang kayu yang terampil dalam restorasi bersejarah akan menjadi tantangan tersendiri.

Ia menuturkan, "Tersedianya tenaga trampil untuk menyelesaikan begitu banyak pekerjaan tukang batu, tukang kayu, perajin timah, seniman lukis kaca untuk jendela-jendela bangunan mungkin merupakan tantangan industri yang harus dihadapi di seluruh Eropa saat ini, terutama karena kita tahu ada proyek-proyek yang sangat besar lainnya yang menghadapi keterbatasan yang sama."

Maude mengatakan, sebagian orang akan bersikeras bahwa katedral itu harus dibangun kembali dengan bahan yang persis sama dan dengan cara yang sama seperti sebelum kebakaran. Namun, kata dia, cara demikian mungkin tidak bijaksana. Memanfaatkan keterampilan dan bahan yang tersedia saat ini mungkin bisa membuat katedral itu lebih siap untuk bertahan 800 tahun lagi.

Para arsitek Inggris mengatakan pembangunan gedung-gedung bersejarah yang megah membutuhkan waktu puluhan tahun, atau bahkan berabad-abad, dan bahan bangunan serta gaya konstruksi juga berubah-ubah seiring dengan berjalannya waktu.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini