nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bersekongkol dengan Kartel Narkotika, Capres Guatemala Ditangkap di AS

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 18 April 2019 14:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 18 18 2045159 bersekongkol-dengan-kartel-narkotika-capres-guatemala-ditangkap-di-as-8Q53OZORBB.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

GUATEMALA CITY – Seorang calon presiden Guatemala ditangkap di Miami, Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 17 April dan dituntut atas keterlibatannya dalam rencana menggunakan uang dari perdagangan obat terlarang untuk memenangi pemilihan presiden dan membunuh lawan-lawannya. Penangkapan tersebut terjadi hanya dua bulan sebelum Guatemala menggelar pemilihan presiden.

Mario Estrada, calon presiden dari partai Serikat Perubahan Nasional yang beraliran kanan-tengah, bersama seorang pria lain, Juan Pablo Gonzalez, dituduh mencari antara USD10 juta dan USD12 juta dari Kartel Sinaloa yang berkuasa di Meksiko untuk mendanai kampanye dan membawa kokain ke AS.

"Estrada dan Gonzalez berkonspirasi untuk meminta uang pada Kartel Sinaloa guna membiayai skema korup untuk memilih Estrada sebagai Presiden Guatemala," kata Geoffrey Berman, pengacara AS untuk Distrik Selatan New York, dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Kamis (18/4/2019).

Menurut pernyataan tersebut, kedua pria itu berjanji jika Estrada memenangi pemilihan pada 16 Juni, dia akan membantu kartel mengirimkan narkotika dari bandara dan pelabuhan Guatemala dengan bantuan dari petugas keamanan yang berkomplot. Keduanya juga bersekongkol untuk membunuh kandidat saingan yang tidak disebutkan namanya.

Pernyataan itu juga menambahkan bahwa sejak Januari, beberapa pertemuan dengan kedua pria itu di Miami dan Guatemala yang didesain untuk mendorong rencana tersebut telah digelar dan direkam, sebagian besar dalam bentuk video dan audio.

Pejabat yang berada dalam partai Estrada belum memberikan komentarnya terkait penangkapan itu. Belum diketahui juga siapa yang secara sah akan mewakili kedua terdakwa.

Pejabat AS mengatakan, penyelidikan dalam kasus ini dibantu oleh Badan Penindakan Narkotika AS (Drug Enforcement Agency/DEA) dan Pemerintah Guatemala.

Estrada, seorang mantan anggota Kongres berusia 58 tahun, telah tertinggal jauh dalam jajak pendapat pemilihan presiden, dengan dukungan kurang dari 3 persen dalam Sebuah survei baru-baru ini.

Alfredo Brito, juru bicara dari Presiden Guatemala Jimmy Morales, mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah akan memberikan Estrada dukungan yang diperlukan untuk memastikan hak-haknya dihormati "sama seperti warga negara Guatemala lainnya".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini