nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Protes Perubahan Iklim, Aktivis Nempel di Atap Kereta London

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 18 April 2019 14:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 18 18 2045160 protes-perubahan-iklim-aktivis-nempel-di-atap-kereta-london-Khheho9ihl.jpg Dua orang aktivis menempelkan diri mereka pakai lem di atap kereta London, Inggris. Foto/Reuters

LONDON – Dua aktivis perubahan iklim berdemonstasi dengan cara menempelkan diri mereka di atap kereta di London para Rabu 17 April 2019, yang membuat arus lalu lintas terganggu.

Aksi itu adalah rangkaian potes yang dilakukan para aktivits sejak tiga hari berturut-turut di kota itu.

Polisi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menangkap 300 aktivis sejak Senin lalu.

Kelompok Extinction Rebellion (XR) yang mengorganisir protes, aksi dilakukan karena tidak ada aksi nyata pemerintah dalam menangani perubahan iklim.

Para demonstran juga telah memblokir beberapa ruas di pusat kota London sejak Senin.

Sementara seorang pria dan premepuan berdemo di stasiun Canary Wharf, di distrik keuangan London, dengan cara menempelkan diri mereka ke atap kereta dan juga membentangkan spanduk bertuliskan "Darurat Perubahan Iklim."

Petugas polisi kemudian naik ke kereta untuk menahan pengunjuk rasa.

Foto/Reuters

Seorang pengunjuk rasa ketiga yang menempelkan tangannya di sisi kereta api turut diamankan.

XR mengatakan bahwa gangguan transportasi pada Rabu hanya “jeda” yang bertujuan agar manusia berhenti melakukan kerusakan terhadap kehidupan di bumi."

Jaringan Wi-Fi di stasiun bawah tanah di London telah dimatikan dalam upaya untuk mencegah aktivis perubahan iklim mengoordinasikan protes mereka, Asosiasi Pers Inggris melaporkan.

Walikota London Sadiq Khan mengatakan kepada Sky News bahwa pengunjuk rasa telah mengganggu sistem transportasi.

"Saya akan mengatakan kepada pemprotes, silakan bekerja sama dengan polisi, silakan berkoordinasi dengan TFL (otoritas perjalanan London), untuk memastikan protes Anda meminimalkan gangguan yang bisa merusak bisnis mereka di kota kami," katanya.

Komentarnya muncul setelah perusahaan New West End, yang mewakili 600 pengecer dan restoran di London, mengatakan pengecer kehilangan 12 juta pounsterling atau setara Rp219 juta akibat adanya protes selama dua hari.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini