Separuh Penghuni LP Wanita Semarang Tak Nyoblos, Termasuk Eks Bupati Karanganyar

Agregasi Solopos, Jurnalis · Kamis 18 April 2019 14:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 18 606 2045167 separuh-penghuni-lp-wanita-semarang-tak-nyoblos-termasuk-eks-bupati-karanganyar-tgBznaqBn9.jpg Seorang Warga Binaan LP Wanita Bulu Semarang, Dewi, Menunjukkan Kelingkingnya yang Sudah Terkena Tinta Usai Mencoblos di Pemilu 17 April 2019 (foto: Imam Yuda S/Semarangpos)

SEMARANG - Separuh lebih warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II Semarang atau yang populer disebut LP Wanita Bulu tak bisa menggunakan hak pilihnya saat pencoblosan Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).

Data yang diperoleh Semarangpos, total ada sekira 343 warga binaan yang saat ini menghuni LP Wanita Bulu. Namun hanya 143 narapidana yang mampu menyalurkan hak pilihnya.

Baca Juga: Apakah Pemilu Indonesia Paling Rumit di Dunia? 

Para napi perempuan yang bisa menyalurkan hak pilihnya itu pun mengikuti proses pemungutan suara dengan tertib. Mereka mencoblos surat suara di dua tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di dalam LP Bulu.

"Setiap pemilih mendapat jumlah surat suara yang berbeda-beda. Ada yang dapat lima surat suara, ada yang cuma dapat dua atau tiga sesuai KTP-nya," ujar Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik LP Kelas II Semarang, Nur Mustafidah, saat dijumpai Semarangpos, Rabu 17 April 2019.

Nur menyebutkan di antara warga binaan yang tidak bisa menyalurkan hak suara adalah eks Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Perempuan yang menjadi pesakitan karena terganjal kasus korupsi itu sebenarnya sudah diusulkan untuk masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb).

"Sebenarnya semua sudah kami ajukan untuk bisa ikut coblosan atau masuk DPTb. Tapi, keputusan ada di KPU Kota Semarang. Nah, daftar dari KPU enggak ada namanya Bu Rina," imbuh Nur.

Baca Juga: Cerita Antusiasme Warga Binaan saat Memberikan Suaranya dari Balik Jeruji Penjara 

Sementara Direktur Pelayanan Tahahan dan Pengelolaan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Dirjen Lembaga Pemasyarakatan, Heni Yuwono, mengaku memang tidak semua napi di LP Bulu yang bisa menyalurkan hak suara pada Pemilu 2019. Hal itu dikarenakan saat pendataan, napi tersebut ternyata tidak memiliki KTP elektronik atau belum rekam e-KTP.

"Jadi ada juga yang kemarin di data, tapi ternyata alamatnya enggak sesuai. Mereka juga banyak yang belum rekam data e-KTP. Alhasil enggak bisa mendapat C6 maupun A5," tutur Heni saat meninjau pencoblosan Pemilu 2019 di LP Bulu.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini