nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita 64 Tahun Konferensi Asia Afrika Pertama di Bandung

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Kamis 18 April 2019 14:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 18 65 2045173 cerita-64-tahun-konferensi-asia-afrika-pertama-di-bandung-qYP0px6bzw.png Konferensi Asia Afrika Pertama di Bandung (Foto: Instagram)

JAKARTA – Hari ini merupakan sejarah 64 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) pertama kali dihelat di Bandung pada 18-24 April 1955.

Melansir dari twitter Kemendikbud, Jakarta, Kamis (18/4/2019), Konferensi Asia Afrika diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar, India, Sri Lanka dan Pakistan.

Adapun perwakilan yang ikut dari Indonesia ialah Ali Sastroamidjojo, dari india ada Jawaharlal Nehru, kemudian dari Myanmar yaitu U Nu, sedangkan perwakilan Pakistan ialah Muhammad Alu Bogra dan terakhir ada Sir John Kotelawala dari Sri Lanka.

Sekedar informasi, Konferensi Asia Afrika (KAA) yang telah berlalu lebih dari 63 tahun lalu, dampaknya masih dirasakan sampai saat ini. Bahkan, menurut Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, KAA juga berperan dalam terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dalam pemilihan awal bulan ini.

Baca Juga: 2 Materi Penting di Sosialisasi Kemristekdikti soal Bencana

"Pada 1955 kita mengadakan KAA yang menghasilkan Deklarasi Bandung dengan 10 prinsip yang masih relevan sampai sekarang, seperti penghormatan kedaulatan negara lain, penyelesaian masalah dengan damai, non interference," kata Menlu Retno di depan hadirin di acara Talk With #Menlu Retno Beyond the Bandung Spirit di Museum KAA, Bandung, Sabtu (14/7/2018).

Selain prinsip-prinsip tersebut, konferensi 1955 ini juga menghasilkan beberapa forum yang sampai saat ini masih eksis sampai saat ini, misalnya Gerakan Non Blok (GNB), G77. Menurut Menlu Retno, andil besar KAA yang masih terasa ini telah menjadi rekam jejak yang baik dan mendukung kampanye Indonesia untuk menjadi anggota Dewan Keamanan PBB.

Baca Juga: PTS LLDikti XII Ingin Bimbingan dari Untar

Dari rekam jejak tersebut terlihat bahwa sejak lama, bahkan sejak baru merdeka, pada 1955 Indonesia telah menginisiasi sesuatu luar biasa. KAA telah menggerakkan negara-negara berkembang, yang baru merdeka saat itu menjadi negara yang bangga dan tidak bergantung pada pihak lain.

Rapor yang baik ini, ditambah dengan citra positif Indonesia di mata dunia seperti sebagai negara dengan salah satu penduduk terbesar di dunia, negara berpenduduk Muslim terbesar dan negara majemuk yang penuh toleransi mendorong negara-negara lain untuk memberikan dukungannya.

Ingin mengasah kemampuan ujian? Klik Try Out Online UTBK SBMPTN Okezone secara gratis di sini.

(rhs)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini