nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Marinir AS Ditangkap Terkait Serangan Kedubes Korut di Spanyol

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 20 April 2019 16:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 20 18 2045882 mantan-marinir-as-ditangkap-terkait-serangan-kedubes-korut-di-spanyol-v0BD5Zcm2P.jpg Kedutaan Besar Korea Utara di Madrid, Spanyol. Foto/El Pais.

MADRID - Pihak berwenang AS telah menangkap seorang mantan Marinir AS yang diduga bagian dari kelompok yang menggerebek kedutaan Korea Utara di Madrid, Spanyol.

Christopher Ahn dilaporkan akan muncul di pengadilan Los Angeles, lapor BBC News.

Itu akan menjadi penangkapan pertama atas insiden itu, yang terjadi pada hari Februari sebelum Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Kim Jong-un Korea Utara di Vietnam.

Free Joseon adalah kelompok hak asasi manusia diduga mendalangi penyerangan tersebut.

Agen federal AS juga menggerebek apartemen Adrian Hong, salah satu pemimpin kelompok itu, kata Washington Post.

Departemen Kehakiman AS tidak segera menanggapi permintaan komentar dari BBC.

BacaMenlu AS Sebut Kim Jong-un Seorang Tiran

Dalam sebuah pernyataan, Free Joseon mengatakan pihaknya "kecewa" dengan surat perintah penangkapan yang dieksekusi.

"Warga AS terakhir yang jatuh ke tahanan rezim Kim pulang ke rumah dengan cacat dan tidak selamat," kata juru bicara Lee Wolosky.

"Kami tidak menerima jaminan dari pemerintah AS tentang keselamatan dan keamanan warga negara AS yang kini menjadi sasarannya."

Pada 22 Februari, sedikitnya 10 orang menyerbu kedutaan Korea Utara di Spanyol, yang diduga mengidentifikasi diri mereka sebagai "anggota gerakan hak asasi manusia yang berusaha membebaskan Korea Utara".

Selama insiden itu beberapa staf kedutaan disandera, termasuk seorang atase.

Anggota kelompok itu diduga kabur dengan beberapa komputer dan hard drive, diduga diteruskan ke pihak berwenang Amerika.

Korea Utara menggambarkan insiden itu memiliki "serangan teroris besar".

Free Joseon - yang sebelumnya dikenal sebagai Pertahanan Sipil Cheolima - menegaskan bahwa para anggotanya diundang ke konsulat.

Sebuah dokumen pengadilan Spanyol yang dirilis bulan lalu menyebutkan para pemimpin organisasi, beberapa di antaranya diyakini tinggal di AS.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini