nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Pisahkan Pileg & Pilpres, Perludem Anggap Pemikiran JK Alami Kemunduran

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 20 April 2019 12:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 20 337 2045753 ingin-pisahkan-pileg-pilpres-perludem-anggap-pemikiran-jk-alami-kemunduran-LtwBKZuIB7.JPG ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA ‎- Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) turut angkat bicara soal permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang ingin memisahkan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada Pemilu 2024. Menurut Perludem, JK justru kembali lagi ke belakang jika menerapkan sistem tersebut.

"Menurut saya tidak relevan lagi memperdebatkan sistem pemilu serentak antara pemilu legislatif dan pemilu presidennya. Itu balik ke belakang," kata peneliti Perludem, Fadli Ramadhanil kepada Okezone di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Alangkah lebih ideal lanjut Fadli, jika JK membicarakan penataan pemilu serentak ke depan. Dimana, sambungnya, harus ada pemisahan‎ antara pemilu serentak nasional dan pemilu serentak lokal yang sudah sering diajukan Perludem sejak 2015 silam.

Sebab, ‎Perludem sudah memprediksi bahwa jika pemilu serentaknya dengan model lima kotak, maka akan memakan waktu yang cukup lama. Terutama, dalam proses penghitungan suara.

Ilustrasi pemilu

(Baca juga: Pemilu 2024, Jusuf Kalla Minta Pilpres dan Pileg Dipisahkan)

"Jauh akan lebih ideal, jika Pak JK bicara menata pemilu serentak kita. Perludem dari 2015 dulu sudah mengusulkan, pemilu serentaknya jangan model lima kotak langsung begini, pasti akan keteteran. Tapi pemilu serentak nasional dan serentak lokal," katanya menerangkan.

Yang dimaksud Fadli yakni, pemilu serentak nasional digabung untuk memilih Presiden, Wakil Presiden, DPR, dan DPD. Sementara pemilu lokal yakni meliputi untuk memilih DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten atau Kota, Gubernur, Bupati, serta Wali Kota.

Dengan demikian, ada pembagian waktu untuk pemilu serentak nasional dengan pemilu serentak lokal. Fadli menambahkan, sistem pemilu seperti itu modelnya sama dengan pemilu serentak yang diterapkan saat ini. Hanya saja, fokus dan waktu pemilihannya berbeda.

Infografis Lipsus Pemilu 2019

(Baca juga: Pemilu 2019, Seluruh Pihak Diminta Tunggu Penghitungan Resmi KPU)

"Jadi, hampir sama seperti sekarang. Tapi keserentakanya dibagi. Serentak nasional memilih presiden, wapres, DPR, DPD. Lalu, baru 1,5 tahun atau 2 tahun setelah itu, serentak lokal, memilih DPRD Provinsi, dan Kabupaten atau Kota berbarengan dengan Pilkada," ujar dia.

Dalam sistem pemilu serentak 2019 saat ini dilaksanakan untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR, anggota DPD, anggota DPRD Kota, dan anggota DPRD provinsi.‎ Di mana, ada penggabungan antara pemilu lokal dan pemilu nasional yang dilaksanakan berbarengan.‎

(put)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini