TKN: Prabowo Sibuk Bangun Narasi untuk Klaim Kemenangan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 20 April 2019 07:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 20 605 2045754 tkn-prabowo-sibuk-bangun-narasi-untuk-klaim-kemenangan-6GEUuefqVE.JPG Paslon Nomor Urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai capres nomor urut 02, Prabowo Subianto sedang gencar membangun narasi untuk mengklaim kemenangannya. Padahal, kata Karding, hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei jelas mengungguli pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Hal itu diungkapkan Karding menanggapi deklarasi kemenangan yang sudah tiga kali diklaim oleh Prabowo Subianto, dalam rentang waktu beberapa hari ini. Prabowo sudah tiga kali mendeklarasikan diri bahwa dialah dan cawapresnya, Sandiaga Uno yang memenangi kontestasi Pilpres 2019 berdasarkan hasil survei internal.

"Saya kira ini sedang ada narasi yang dibangun oleh Pak Prabowo untuk mengklaim kemenangan dan pada ujungnya nanti kalau nanti mereka kalah itu lebih karena kecurangan. Tapi, saya kira itu mendidik masyarakat dan faktanya Pak Jokowi lah yang menang dan Insya Allah akan dilantik segera," kata Karding kepada Okezone di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Karding menegaskan, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin jelas menang telak jika mengacu pada hasil quick count. Quick count lanjutnya, merupakan instrumen atau metode yang cukup akurat dan telah digunakan oleh berbagai negara demokrasi untuk menghitung hasil suara.

"Kalau dari segala sisi sebenarnya Pak Jokowi telah patut mendeklarasikan kemenangan karena hasil quick count adalah metode yang disepakati di seluruh dunia, dan selama ini tingkat akurasinya 99,9 sekian persen," tuturnya.

Oleh karenanya, kata dia, apa yang dilakukan Prabowo dengan mendeklarasikan diri sebagai pemenang Pilpres 2019 merupakan bagian dari mendelegitimasi lembaga pemilu. Sebab, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri belum mengumumkan secara resmi hasil penghitungan suara.

Prabowo Subianto

"Apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo adalah bagian mendelegitimasi lembaga-lembaga pemilu seperti KPU dan Bawaslu. Kedua, mendelegitimasi hasil-hasil pemilu," katanya menandaskan.

‎Sekadar informasi, Prabowo Subianto sudah tiga kali mengklaim kemenangan pasca-gelaran Pilpres 2019. Pertama, Prabowo mengklaim menjadi pemenang di Pilpres 2019 setelah mengantongi suara 52,2 persen hasil dari exit poll dan hitung cepat oleh tim internalnya pada 17 April 2019.

Kedua, Prabowo kembali mengklaim sebagai pemenangnya di Pilpres 2019 karena telah mendapat suara 62 persen hasil penghitungan sementara pihak internalnya. Tanpa didampingi Sandiaga Uno, Prabowo mendeklarasikan sebagai Presiden RI dan kemudian melakukan sujud syukur.

Terakhir, Prabowo bersama pasangannya, Sandiaga Uno resmi mendeklarasikan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 berdasarkan perhitungan cepat dari 62 persen real count yang telah direkapitulasi.

(put)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini