nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaut Buta Jepang Catat Rekor dengan Berlayar Lintasi Pasifik Tanpa Henti

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 22 April 2019 10:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 22 18 2046333 pelaut-buta-jepang-catat-rekor-dengan-berlayar-lintasi-pasifik-tanpa-henti-MrYbsibjxW.jpg Mitsuhiro Iwamoto dan Doug Smith. (Foto: Reuters)

FUKUSHIMA - Seorang pelaut buta asal Jepang telah menyelesaikan perjalanan non-stop melintasi Samudera Pasifik, menjadikannya orang pertama dengan keterbatasan penglihatan yang melakukannya.

Mitsuhiro Iwamoto berlayar melintasi jarak 14.000 km dengan bantuan seorang navigator yang dapat melihat. Kapal pesiar sepanjang 12 m miliknya mendarat di pelabuhan di Fukushima pada Sabtu pagi, mengakhiri perjalanan dua bulannya.

Pria berusia 52 tahun itu memulai perjalanannya dari California pada 24 Februari bersama Doug Smith, navigator Amerika yang membantunya melakukan perjalanan itu.

Ini merupakan upaya kedua Iwamoto setelah upaya perdananya pada 2013 berakhir dengan kegagalan. Saat itu, kapal yang dia gunakan menabrak seekor paus dan tenggelam dan Iwamoto harus diselamatkan oleh militer Jepang.

Berbicara di pelabuhan Iwaki, ia mengatakan kepada Kyodo News bahwa menyelesaikan tantangan pada upaya keduanya adalah "mimpi yang menjadi kenyataan".

"Aku orang paling bahagia di dunia," kata Iwamoto sebagaimana dilansir BBC, Senin (22/4/2019).

Iwamoto, yang kehilangan penglihatannya saat berusia 16 tahun, mengarahkan kapal sementara Smith memberinya bimbingan verbal, memberinya informasi mengenai arah angin dan potensi bahaya.

Menurut Japan Blind Sailing Association, Iwamoto adalah orang buta pertama yang berhasil berlayar melintasi Pasifik tanpa henti.

Bertekad untuk kembali melakukan pelayaran penyeberangan untuk kedua kalinya, Iwamoto - warga negara Jepang yang saat ini tinggal di San Diego – ikut ambil bagian dalam triathlon.

"Kami melakukan perjalanan ini tidak hanya untuk pencapaian pribadi, tetapi untuk mengirim pesan bahwa segala sesuatu mungkin terjadi ketika orang-orang berkumpul," tulis Iwamoto di laman daringnya.

Dia dan Smith melakukan perjalanan untuk mengumpulkan uang untuk amal dan untuk upaya mencegah penyakit yang menyebabkan kebutaan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini