nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuliah Tak Selesai, Gigi Jadi Politisi

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 22 April 2019 13:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 22 65 2046419 kuliah-tak-selesai-gigi-jadi-politisi-dc74fjxDpW.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - Ada satu kisah yang cukup berbeda di kehidupan Luigi Di Maio atau kerap disapa Gigi. Politisi yang lahir di Avellino, kota di sebelah barat Napoli itu ternyata tidak sempat lulus sarjana.

Dikutip The Local, Gigi diketahui kuliah di Universitas Naples sebagai mahasiswa Teknik Komputer. Di tengah jalan dia berpindah jurusan ke bidang hukum. Namun dia tidak pernah menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan gelar sarjana.

Alasannya, dia merasa tidak menemukan kecocokan dengan dunia kampus. Kondisi ini juga yang sempat membuatnya diragukan banyak pihak ketika berkiprah di dunia politik, termasuk meragukan pengalamannya.

 Baca Juga: Italia Berencana Larang Toko-toko Buka di Hari Minggu

Namun, Gigi tak patah asa. Dia tetap menjalankan apa yang diyakini dan diinginkannya. Dia memutuskan menjajal dunia film dokumenter, kemudian bekerja sebagai jurnalis trainee dan webmaster. Demi uang ekstra, dia bekerja sebagai pelayan di stadion sepak bola Naples.

Di stadion itu dia membawa penuntut VIP duduk sesuai dengan kursinya. Semua petualangan itu akhirnya membawanya ke dunia politik. Meski tidak sampai selesai mencicipi dunia kuliah, Gigi diketahui sebagai orang yang cukup pintar dan cerdas. Kala masih sekolah, dia tercatat sebagai siswa yang kerap memiliki nilai bagus dan passion untuk komputasi dan aktivisme siswa.

 Baca Juga: Bayi Lima Bulan di Italia Tewas Setelah Disunat oleh Orangtuanya

Dia memperjuangkan fasilitas yang lebih baik setelah gempa bumi tahun 2002 yang menghancurkan sebuah sekolah dasar di Italia selatan dan menewaskan 28 orang. Dia juga pernah menjabat sebagai bendahara kelas sekolah dasar dan ketua badan siswa sekolah menengah.

Sebagai presiden organisasi siswa, dia menuai banyak dukungan dan berjuang untuk membangun sekolah yang lebih modern. Dia juga ingin memperbaiki kesalahan masyarakat dan mempraktikkan retorikanya di tempat cukur yang berfungsi sebagai salon politik kota yang dimiliki sang ayah. Di sini, Gigi nongkrong selama berjam-jam dan berdebat dengan profesor dan para tetangga tentang kondisi apa pun yang terjadi di sekitar mereka. (Susi Susanti)

(rhs)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini