nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Mahasiswa UMM Kalahkan Amerika di Kontes Robot Internasional

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 22 April 2019 15:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 22 65 2046486 cerita-mahasiswa-umm-kalahkan-amerika-di-kontes-robot-internasional-jGrb3ITqqa.jpg Mahasiswa UMM Juarai Kontes Robot di AS (Foto: Okezone)

MALANG - Tiga robot pemadam api karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berjaya di ajang kontes robot internasional di Trinity College Hartford Connecticut, Amerika Serikat (AS).

Mahasiswa UMM berhak mewakili Indonesia usai juara ajang kontes di level nasional antar perguruan tinggi.

Menurut Rohmansyah, peraih juara 1 robot pemadam berkaki, dalam ajang kontes robot pemadam api terbagi menjadi 3 level. Di level pertama dan kedua misinya memadamkan api, sementara di level ketiga yakni menyelematkan bayi.

Baca Juga: Kominfo Buka 25.000 Beasiswa Talenta Digital

Selain Indonesia, terdapat 6 negara lainnya yang berpartisipasi di antaranya Amerika Serikat, Israel, China, dan Ethiopia.

Dalam kontes robot internasional tiga mahasiswa mengalahkan negara - negara maju lainnya seperti AS, Israel, hingga China.

"Kebetulan robot mereka (Amerika Serikat dan Israel) dan negara lainnya error di level 1 dan 2. Jadi hingga sampai akhir perlombaan tidak mendapatkan poin," tutur Rohman kepada Okezone di UMM, Senin (22/4/2019).

Dia menambahkan dari beberapa robot tersebut, hanya 2 robot berkaki dari Indonesia yang berhasil mencapai level ketiga di kontes ajang kedua.

"Jadi karena yang lainnya error akhirnya didiskualifikasi, hanya 2 robot dari Indonesia yang akhirnya ditetapkan jadi juara 1 dan 2. Ya meskipun kita di level ketiga robot kita juga gagal menjalankan misi, tapi tetap mendapat poin tertinggitertinggi," bebernya.

Baca Juga: Guru Jadi Kunci Penyiapan Generasi Era 4.0

Sementara itu keberhasilan di kategori robot berkaki, belum berhasil diikuti di kategori robot beroda. Ken Dedes Maria Kunthy yang mengikuti kontes di ajang robot beroda hanya berhasil meraih juara 2 setelah kalah dari China.

"Kendalanya tidak bisa mencapai bayinya, ada trobel sedikit. Sedangkan China bisa ngambil jadi tidak bisa terkejar poinnya," ungkap Ken Dedes.

Meski hanya meraih juara kedua, ia mengaku puas lantaran banyak kontestan yang sudah mengalami masalah sejak level 1 kontes robot digelar.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini