nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kualitas Pelumas dengan Pengujian Fisika Kimia Tak Bisa Berlabel SNI, Ini Penjelasanya

Mufrod, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 13:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 23 15 2046929 kualitas-pelumas-dengan-pengujian-fisika-kimia-tak-bisa-berlabel-sni-ini-penjelasanya-xiPOJl6zkR.jpg Ilustrasi pelumas (foto: Ist)

JAKARTA - Pemberlakuan Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) pada pelumas kendaraan, sejak lama telah melalui proses standar uji mutu untuk memastikan kualitas pelumas bekerja maksimal dan dipercaya penggunaannya oleh konsumen.

Labelisasi SNI yang diterapkan pemerintah khususnya oleh Lembaga Sertifikasi Produk, hanya dengan melakukan uji fisika dinilai sebagai langkah yang tidak maksimal untuk membuktikan pelumas memiliki kualitas baik.

“Persyaratan yang ditetapkan untuk SNI Pelumas, yakni uji fisika kimia itu sudah diberlakukan dalam NPT Wajib. Hanya dengan uji fisika kimia seperti yang dilakukan dalam NPT Wajib langsung dapat diberikan hak untuk mencantumkan Tanda SNI. Legalitas pemberlakuan SNI inilah yang harus dipertanyakan,” ungkap Ketua Dewan Penasehat PERDIPPI, Paul Toar dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Selasa (23/4/2019).

 

Ia menambahkan rumusan pelumas untuk dapat diberi label SNI, sebuah produk perlu pengujian lengkap terhadap seluruh ketentuan SNI bersangkutan dalam hal pelumas tidak cukup dengan uji fisika kimia saja, tetapi juga harus menjalani uji unjuk kerja.

Kementerian ESDM melalui Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 053 Tahun 2006 tentang Wajib Daftar Pelumas yang Dipasarkan di Dalam Negeri, dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 2808 K/20/MEM/2006 juga telah menetapkan standar dan mutu (spesifikasi) pelumas yang dipasarkan di dalam negeri. Regulasi ini sekaligus mencantumkan ketentuan persyaratan fisika/kimia Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pelumas, sebagai bagian integral persyaratan NPT Wajib Pelumas.

 

Artinya semua pelumas yang akan dipasarkan di dalam negeri aspek kimia/fisikanya diuji secara lengkap oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dengan 14 parameter. Pengujian tersebut dilakukan sebelum diterbitkannya NPT.

Lebih dari itu, dalam Permen ESDM Nomor 053 Tahun 2006 ini juga menegaskan bahwa salah satu acuan parameter standar mutu SNI di samping API, JASO, dan rekomendasi pabrikan, adalah NPT Wajib. Artinya, keberadaan NPT tersebut bukan hanya sudah mewakili standar mutu yang ditetapkan dan diakui, tetapi juga sah secara hukum.

(muf)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini